PKN 2019 Lestarikan Nilai Budaya Melalui Pergelaran dan Komunitas

PKN 2019 Lestarikan Nilai Budaya Melalui Pergelaran dan Komunitas

Indonesia memiliki keanekaragaman kebudayaan dari 34 provinsi yang perlu dijaga dan dilestarikan. Dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud di Istora Senayan Jakarta, berbagai kebudayaan ditampilkan mulai dari seni lukis, seni rupa, seni tari, pakaian adat, kuliner, alat musik, dan kerajinan lainnya dari masing masing daerah.

Dalam dialog Kebaya dan Peran Perempuan di PKN 2019, Tantri Relatami yang menjadi narasumber menyatakan kebudayaan harus terus dijaga dan lestarikan, karena kebudayaan merupakan kebisaan yang terus dilakukan menjadi budaya. Menurutnya cara melestarikan budaya dapat dilakukan oleh komunitas masyarakat setempat dan pemerintah yang mendorong pelestarian budaya melalui pergelaran atau pameran. Tantri Relatami menyebut penanaman nilai nilai budaya dapat memperkuat identitas bangsa dan dapat menjadi potensi ekonomi wisata budaya.

“Seorang pelukis atau penari dia mencoba menanamkan nilai nilai budaya itu, berbicara mengenai budaya berbicara mengenai nilai, budaya pertumbuhan itu berbicara fisik, budaya bentuk kemandirian yang dibangun dari sekelompok komunitas, esensi budaya itu membangun nilai nilai,” ungkap Tantri Relatami kepada RRI di Istora Senayan, Jakarta, pada Senin (7/10/2019).

Dalam PKN 2019 terdapat berbagai stand stand seni, diantaranya seni lukis grafik recorder yang menarik minat masyarakat pengunjung. Ketua Komunitas Grafik Recorder, Deni mengatakan seni lukis berupa mural yang dibuatnya menceritakan harapan pengembangan kebudayaan di masa mendatang. Deni menyebut jati diri bangsa Indonesia merupakan seni budaya, dimana kebudayaan menjadi hal pemersatu masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai suku dan kebudayaan berbeda.

“Mural ini berdasarkan rencana strategi kemajuan kebudayaan, berdasarkan UU 45 dan Pasal 23 Ayat 1, budaya menjadi strategi, DNA kita bukan teknologi tapi seni budaya, itu seni grafik untuk interaktif dengan pengunjung,” kata Deni.

Salah seorang pengunjung seni lukis grafik recorder, Valentine menyatakan tertarik dengan seni lukis di dinding atau papan besar ini yang menurutnya mendorong anak anak untuk mempelajari seni menggambar. Selain itu, Valentine yang datang bersama keluaraganya ini sangat senang berkunjung ke berbagai seni, kebudayaan, dan kuliner yang sebelumnya belum diketahui.

“Ekspetasi saya ketemunya begini begini, tadi liat mummy, liat gambar di daun, tentang seni rupa dari kayu kayu, burger dari tempe saya liat, jadi baru liat di sini,” jelas Valentine.Pekan Kebudayaan Nasional tahun 2019 diselenggarakan mulai 7 hingga 13 Oktober 2019 di Istora Senayan, Jakarta, yang juga nampilkan konser berbagai artis ibukota. PKN 2019 dibuka untuk umum dan gratis untuk semua kalangan dengan registrasi pendaftaran diĀ www.pkn.kebudayaan.id/tiket/.

rri.co.id/Image ANTARA