Kesiapan Ternate Menuju UNESCO Sebagai Titik Nol Jalur Rempah

Kesiapan Ternate Menuju UNESCO Sebagai Titik Nol Jalur Rempah

Guna mematangkan kesiapan Kota Ternate sebagai Titik Nol Jalur Rempah maka Walikota Ternate Dr.H. Burhan Abdurrahman SH.MM didampingi Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal IAI dan Kabid Sejarah Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Ternate menemui Direktur Warisan dan Diplomasi Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI Nadjamuddin Ramly di Jakarta pada seusai shalat Jumat di ruang kerjanya.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban selama satu jam lebih membahas banyak hal antara lain program Jalur Rempah, Kemitraan, serta Pemajuan kebudayaan secara lebih luas.

Kunjungan walikota tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemkot Ternate atas Kesiapan Penyelenggaraan Diskusi tentang Jalur Rempah yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 November mendatang di Ternate.

Kemitraan dan kegiatan ini juga bertujuan untuk penyusunan paper konsep  warisan dunia koridor budaya bahari Indonesia dengan fokus pada Pengusulan Kota Ternate sebagai Titik Nol Jalur Rempah.

Kegiatan ini nantinya akan menghadirkan Tim Ahli Penyusunan Paper Konsep Warisan Dunia (koridor budaya bahari Indonesia) serta para narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi serta Unit Pelaksana Teknis Kemendikbud terkait Pelestarian Nilai dan Cagar Budaya serta Bahasa dan Arkeologi dengan orientasi pembahasan berkaitan pada nilai penting dan potensi objek-objek pemajuan kebudayaan serta data lain yang mendukung bagi Pengusulan Kota Ternate sebagai Titik Nol Jalur Rempah.

Pada kesempatan ini pula, Direktur Warisan dan Diplomasi Nilai Budaya memuji keberhasilan Walikota Ternate atas keberhasilannya melakukan revitalisasi dan penataan kawasan dan bangunan situs bersejarah benteng Oranje yang juga telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional Tersebut. Menurutnya bahwa hal tersebut akan menjadi peluang bagi kota Ternate untuk didorong sebagai Titik Nol Jalur Rempah. Pertemuan ini berlangsung serius namun penuh keakraban diantara mereka untuk mendorong dan mengembangkan berbagai hal sesuai amanat Undang-undang Pemajuan Kebudayaan di Kota Ternate khususnya maupun provinsi Maluku Utara pada umumnya.

Sementara itu Asfarinal IAI (direktur eksekutif JKPI) dalam pandangannya ikut pro aktif mendukung serta mendorong Ternate sebagai salah satu Kota Pusaka untuk mempersiapkan dosir dan dokumen Pengusulan ke UNESCO tersebut seraya mengajak untuk belajar kepada kota pusaka lain seperti Sawahlunto yang telah lebih dahulu sukses menuju UNESCO berdasarkan sidang komite yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.

Walikota Ternate dalam tanggapannya akan serius mempersiapkan segala hal yang diperlukan demi suksesnya agenda yang mengantarkan kota Ternate ke kencah global atau dunia internasional teraebut. Sebagaimana yang sampaikan Kabid Sejarah dan Cagar Budaya Rinto Taib melalui releasnya.

Partisipasi publik Ternate adalah kunci keberhasilan dari rencana dan agenda yang mendunia tersebut, mengutip harapan Walikota yang semakin menggeliat memajukan Kebudayaan Ternate saat ini.