Kemeriahan Erau Kutai Kartanegara, Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur

Kemeriahan Erau Kutai Kartanegara, Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur

TENGGARONG – Puncak kemeriahan pesta adat Erau 2019 ditandai dengan prosesi Ngulur Naga yang diiringi Belimbur. Rangakaian prosesi tersebut dilaksanakan di Keraton atau Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (15/9).

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah yang hadir saat acara itu mengatakan Ngulur Naga, merupakan puncak kegiatan adat pada upacara Erau, dimana selama tujuh hari, dua buah replika naga telah bersemayam di Istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, untuk kemudian dilarungkan di Kutai Lama, tempat dimana asalnya.

Upacara Ngulur Naga telah menjadi ikon dari upacara Adat Erau yang dikenal luas oleh masyarakat.

Selanjutnya Edi Damansyah mengatakan Ngulur Naga menjadi momen spesial bagi masyarakat. Dimana didalam prosesi Belimbur atau saling siram air, yang memilki makna pembersihan diri dari pengaruh jahat.

Lebih lanjut Edi Damansyah mengatakan Upacara Adat Erau telah menjadi warisan budaya Indonesia dari Kalimantan Timur, yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016 lalu.

“Oleh karena itu, mari bersama kita jaga dan pelihara adat budaya Erau, dan gaungkan lebih semarak,” ujarnya.

Prosesi Mengulur Naga, diawali dengan pembacaan riwayat Naga. kemudian dilakukan Tepong Tawar kepada replika naga oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Aji Muhammad Arifin, dilanjutkan prosesi Beumban dan Begorok. Kemudian Sultan melakukan prosesi di Rangga Titi yang terletak di dermaga halaman Museum untuk memulai prosesi berlimbur.

Turut hadir dalam Ngulur Naga itu yakni Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para tamu undangan lainnya.

Sementara itu, gelaran Tenggarong Internasional Folk and Art Festival, akan diikuti beberapa negara. Mereka akan tampil dengan kesenian khas daerahnya masing-masing.

Sejumlah negara yang pernah tampil di Tenggarong antara lain Bulgaria, Cina Taipei, India, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Rusia, Thailand, dan India. Sementara itu, kesenian Indonesia yang tampil antara lain tarian dari sub Suku Dayak, yakni Tari Jepen, Tari Dayak Benuaq, Dayak Kenyah (Bangen Tawai), dan Tari Hudoq.

Selama seminggu penuh warga Kutai Kartanegara disuguhi pentas seni tradisional Kalimantan dan kesenian dari daerah lain di Indonesia dan internasional.

kaltim.tribunnews.com/indonesia.go.id