Peringati 400 Tahun VOC Angkat Kaki, Ternate Pecahkan Rekor Muri

Peringati 400 Tahun VOC Angkat Kaki, Ternate Pecahkan Rekor Muri

TERNATE – Jadwal pencatatan rekor muri yang diadakan di Kota Ternate telah berlangsung pada 6 September 2019 lalu.

Dipantau dari laman muri.org, Kota Ternate dipilih menjadi tuan rumah dalam rangkaian kegiatan International Creative Cities Festival (ICCF) ke-5.

Pemerintah Kota Ternate bersama dengan Jaringan Komunitas Ternate (Jarkot) mengagas ide ini dengan semboyan ‘Menganyam Indonesia dari Timur’.

Dalam acara pencatatan rekor muri ini, Pemerintah Kota Ternate juga mengajak sebanyak 40.236 masyarakat setempat untuk bergandengan tangan, mengelilingi sekitaran Gunung Gamalama.

Adapun pesan diadakan acara ini ternyata untuk menyampaikan keberagaman masyarakat di Indonesia.

Di mana dengan adanya persatuan yang kuat sangat penting dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Selain pesan Persatuan Indonesia, acara ini juga untuk memperingati 400 tahun VOC meninggalkan Ternate.

Ada juga acara estafet Bendera Merah Putih yang dimulai dari Keraton Sultan Ternate hingga berakhir di Benteng Orantje sebagai simbol perjuangan para pahlawan Ternate saat mengusir para penjajah.

Mendapat nomor rekor ke-9157, acara ini dihadiri oleh Wali Kota Ternate, Burhan Abdurrahman. Sebelumnya, di Provinsi Maluku Utara juga pernah mencatatkan rekor Muri selama dua tahun berturut-turut.

Di tahun 2018, tepatnya pada 27 Januari 2018 acara pencatatan rekor Muri dengan diadakannya kegiatan SAMSAT Apung dengan nomor rekor 8314.

Dipantau dari laman muri.org, lantaran diadakannya SAMSAT Apung ini dikarenakan 76 persen wilayah Maluku Utara yang berupa lautan dan hanya terdiri dari 805 pulau.

Dari kondisi inilah akhirnya mendorong inovasi pelayanan administrasi kendaraan bermotor dengan SAMSAT Apung yang menggunakan kapal Bahtera Seva III Teras BRI.

Diberitakan, Pelayanan SAMSAT Apung ini juga menyediakan pelayanan kesehatan dan perpusatakaan yang bekerjasama dengan Dirlantas Polda Maluku Utara, Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD), Jasa Raharja dan BRI.

Lokasi pelayanan SAMSAT Apung ini pun dilayani secara mobile ke pelabuhan di sembilan pulau di Perairan Halmahera Selatan (Pulau Bacan, Pulau Batang, Pulau Mandioli, Pulau Mandopolo, Pulau Saketa, Pulau Kayao, Pulau Palamea, Pulau Doko dan Pulau Babang).

Pencatatan Rekor SAMSAT Apung ini dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara, POLDA Maluku Utara dan Jasa Raharja Sulut serta BRI Ternate.

Di tahun 2017, tepatnya pada 6 Mei 2017, Maluku Utara juga mencatatkan rekor Muri dengan diadakannya Festival Kepulauan Rempah (Moloku Rhea Raha) dengan nomor rekor 7932.

Festival budaya ini diselenggarakan oleh pemerintah ‘segitiga emas’ bekas kesultanan besar Maluku Utara (Ternate, Tidore dan Jailolo).

Adapun tempat pelaksanaanya dilaksanakan secara bergilir yang mulai dari Jailolo, Ibukota Kabupaten Halmahera Barat.

Selain itu tujuan lain terselenggaranya festival ini untuk menarik daya kunjungan wisatawan dengan disuguhkan atraksi budaya dari sejarah panjang pulau penghasil rempah dunia.

Dalam penutupan acara selama tiga hari, pagelaran Tari Lalayon diisi oleh 3.798 penari.

Tari Lalayon menggambarkan pesan romantika pasangan muda yang sedang digandrungi cinta.

Pencatatan rekor tari ini dihadiri oleh Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, SE MM.

tribunnews.com