Puncak Harjad Kota Banjarmasin Ke 493, dari Tari Kolosal, Peluncuran Buku Hingga Fashion Show

Puncak Harjad Kota Banjarmasin Ke 493, dari Tari Kolosal, Peluncuran Buku Hingga Fashion Show

BANJARMASIN – Gelaran puncak Hari Jadi ke-493 Kota Banjarmasin di Balaikota Banjarmasin pada Selasa (24/9) berlangsung meriah. Dihadiri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, puncak hari jadi juga dibanjiri ribuan warga kota Seribu Sungai.

Undangan dan masyarakat disuguhkan dengan tari kolosal yang melibatkan sedikitnya 493 penari. Dipilihnya angka 493 disesuaikan dengan usia Kota Banjarmasin saat ini. Tarian kolosal sendiri, menggambarkan kehidupan awal Kesultanan Banjar. Dari awal Pangeran Samudera menyatakan untuk masuk Islam, hingga menjadi penguasa di Muara Kuin, daerah di mana Kesultanan Banjar berada.

Hingga menjelang berakhirnya tari kolosal, duet Ibnu Sina dan Hermansyah menaiki panggung utama, dan mengibarkan bendera Hari Jadi ke 493 Kota Banjarmasin.

Ibnu Sina mengatakan, melalui momentum peringatan puncak harjad ke 93 Kota Banjarmasin, banyak capaian-capaian yang ia raih bersama sang wakil Hermansyah. Mulai dari penggunaan bakul purun dan tumbler sebagai pengganti plastik, hingga mengajak masyarakat untuk mencintai kebersihan terutama kebersihan sungai.

“Dengan tidak meninggalkan karakteristik daerah, serta budaya sungai dan kearifan lokal, kami bersama Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah terus berlari memfokuskan enam pilar utama pembangunan Banjarmasin Baiman. Yaitu pilar satu Banjarmasin bertaqwa, pilar dua Banjarmasin aman, pilar tiga Banjarmasin Indah, pilar empat Banjarmasin maju, pilar lima Banjarmasin amanah, dan pilar enam Banjarmasin nyaman,” kata Ibnu.

Selain itu, Ibnu mengklaim, Pemko Banjarmasin telah melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Yakni, pembangunan fisik di kota Banjarmasin. “Di antaranya seperti pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), pembangunan tempat fitness outoor, pembangunan Rusunawa, pembangunan taman air mancur menari, pembangunan replika Meriam Benteng Tatas, Trotoar Ramah Difabel, Banjarmasin Plaza Smart City, Kampung KB dan memfungsikan bangunan RSUD Sultan Suriansyah,” papar Ibnu.

Selain itu, pada puncak Harjad ke 493 Kota Banjarmasin, Pemko Banjarmasin juga meluncurkan satu buku, dengan judul “Sahang Banjar”. Buku yang ditulis oleh Mansyur, Mursalin dan Wisnu Subroto ini, bercerita tentang sejarah maritime dan pelayaran urang Banjar. Di mana, kalangan milenial lebih mengenal perdagangan jalur sutra dibandingkan jalur rempah. “Padahal, jalur rempah memberi pengaruh kehidupan masyarakat Banjar masa kini. Banjarmasin sebagai penghasil sahang (lada) sudah dikenal lama oleh dunia, puncaknya sekitar abad ke 17,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor mengatakan, melalui momentum Harjad ke 493 Kota Banjarmasin, diharapkan Kota Banjarmasin semakin maju, berkembang, semakin barasih wan nyaman, serta tumbuh sebagai sebuah kota dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan yang terikat kuat.

“Sebagai kota yang dikelilingi banyak aliran sungai, maka sudah saatnya Kota Banjarmasin dikembangkan dengan pembangunan berbasis sungai selain pembangunan di daratan. Ke depan, Kota Banjarmasin kiranya tampil sebagai kota yang bersih dan indah. Bersih dan indah di daratan, juga bersih dan indah di semua aliran sungai,” kata gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

“Marwah kota Banjarmasin sebagai kota seribu sungai jangan sampai hanya tinggal nama. Semua pihak, dari pemerintah kota, dunia usaha dan seluruh lapisan masyarakat di Kota Banjarmasin, jangan terlambat dan harus bergerak cepat untuk menghidupkan kembali fungsi sungai di Kota Banjarmasin,” tambah Paman Birin.

Menjelang akhir puncak Harjad ke 493 Kota Banjarmasin, juga digelar 3D Fashion Show, yang merupakan kolaboraso antara human fashion show dan 3D video fashion show.

kanalkalimantan.com