Sejumlah Duta Besar Hadiri Ambon Night

Sejumlah Duta Besar Hadiri Ambon Night

Para Duta Besar negara sahabat menyaksikan pertunjukkan seni dan budaya Maluku bertajuk Ambon Night, di Aula Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Kamis (25/7/2019).

Ambon Night merupakan acara yang mempromosikan seni dan budaya Kota Ambon sebagai bagian dari industri kreatif Indonesia dengan menyuguhkan tarian dan musik khas Maluku yang dibawakan penari dan musisi asal Ambon.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy memperkenalkan potensi yang dimiliki kota berjuluk manise, Ambon sebagai kota musik, kota ikan dan kota perdamaian menjadi sektor penggerak perekonomian.

“Musik menjadi kekuatan bagi orang Ambon sebagai alat perdamaian. Kota Ambon sementara mempersiapkan diri menjadi Kota Musik Dunia ke-30 yang diakui Unesco,” ujarnya.

Secara singkat, ia menguraikan konflik sosial 20 tahun silam di Ambon musik bisa mendamaikan masyarakat dan meruntuhkan sekat-sekat yang dibuat dua komunitas. Terlebih musik sudah menjadi DNA orang Ambon yang melekat sejak lahir.

Walikota menjelaskan, 2027 bertepatan dengan beroperasinya Blok Migas Masela, Maluku khususnya Kota Ambon sebagai ibukota provinsi menjadi perhatian dunia. Momen ini sangat tepat untuk memperkenalkan Ambon lebih dekat melalui seni dan budayanya kepada perwakilan negara sahabat.

“Kita harus prepare menyambut Blok Masela di Maluku. Blok migas terbesar di Asia Tenggara ini kalau sudah beroperasi jangan sampai orang lokal menjadi penonton di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kemenlu, Cecep Herawan menuturkan musik menjadi potensi ekonomi yang perlu diexplore. Masyarakat harus memanfaatkan itu untuk meningkatkan perekonomian. Itu sudah dibuktikan dengan lahirnya musisi-musisi besar Tanah Air yang berasal dari Ambon.

“Potensi industri kreatif Kota Ambon di bidang musik sangat besar. Banyak musisi kenamaan Indonesia keturunan Ambon untuk peningkatan ekonomi Kota Ambon. Dari industri musik diharapkan terdapat ekspansi perekonomian di sektor pariwisata, kerajinan lokal, investasi dan industri ekonomi lainnya,” ungkapnya.

Sajian tradisi Kapata, tari lenso, sawat, tifa, matekwa serta sajian kuliner Ambon turut menyemarakkan suasana Ambon Night.

 

rri.co.id