Museum Masa Kejayaan Sabang Makin Disukai Generasi Milenial

Museum Masa Kejayaan Sabang Makin Disukai Generasi Milenial

Sabang – Museum Sabang yang telah diresmikan dan dikelola Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Sabang (BPKS) sejak Desember 2015 lalu, kini semakin diminati wisatawan, baik wisatawan lokal, juga sangat diminati wisatawan mancanegara.

Museum yang terletak di pusat Kota Sabang, tepatnya di gampong (desa) Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya Kota Sabang ini, tidak hanya menjadi destinasi wisata bagi para peminat sejarah dan anak sekolah, namun juga menjadi tujuan favorit bagi para pemburu ‘selfie’ atau swafoto, bahkan kerap dijadikan icon foto model dan praweding oleh para fotografer.

Kepala Museum Sabang, Evan Boy Foreman mengatakan, dalam satu kunjungan pihaknya acap kali kewalahan memberikan pelayanan maksimal. Pasalnya, dia bersama tiga karyawannya harus melayani 100 hingga 300 wisatawan atau pun siswa sekolah dalam satu kunjungan.

“Alhamdulillah akhir- akhir ini tambah diminati Museum kita. Ini berkat kerja keras seluruh managemen BPKS dan dukungan pimpinan saat ini, bapak Razuardi. Kita sering juga kewalahan layani pengunjung. Sekali datang sering rombongan gitu. Sekarang bukan cuma diminati oleh wisatawan dan siswa saja, tapi fotografer juga dan baru- baru ini dijadikan objek audisi Duta Wisata Sabang,” terang Evan Boy, Rabu (24/07/19).

Terang pria yang akrab disapa Batmen ini, meski Gedung yang dimiliki masih tergolong kecil, namun koleksi yang dimiliki Museum Sabang saat ini, tidak kalah dengan museum ternama di luar Sabang,. Hal ini berkat kepedulian masyarakat, yang dengan rela menitipkan, bahkan menghibahkan barang- barang bernilai sejarah miliknya, untuk menjadi koleksi museum.

“Kalau koleksi Alhamdullilah kita cukup. Sebagian pengadaan dari kita seperti replica kapal dan lainnya, terus ada juga Meriam yang dihibahkan Lanal Sabang, Foto dan sejarah pahlawan dari Lanud, kita juga ada jangkar jaman dulu yang kita angkat bareng teman- teman pelabuhan BPKS, juga banyak barang hibah dan titipan dari masyarakat,” ujarnya.

Tambahnya, pihak BPKS dalam hal ini pengelola Museum tidak menutup diri bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi memberikan dukungan benda bernilai sejarah kepada Museum Sabang, baik dalam bentuk hibah, maupun titipan atau pinjam pakai.

Hingga saat ini kata Evan Boy, Museum Sabang mempunyai tiga bangunan Gedung, yang terbagi gedung utama peninggalan belanda diperuntukan sebagai ruang sejarah, theater room dan ruang kantor museum. Sementara di Gedung II, dijadiakan ruang budaya, biorama dan sovenier shpoe, serta sarana pendukung, seperti caferatia, musolah, toilet dan lahan parkir yang memadai.