Festival Karya Tari Daerah Kalsel 2019, Ajang Lestarikan Budaya Kalsel

Festival Karya Tari Daerah Kalsel 2019, Ajang Lestarikan Budaya Kalsel

BANJARMASIN – Festival Karya Tari Daerah se-Kalsel berlangsung di panggung terbuka Bakhtiar Sanderta, Taman Budaya Kalsel. Tidak seperti tahun sebelumnya, kegiatan kali ini diikuti 9 kabupaten/kota yang meliput Barito Kuala, Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, HSS, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

Beberapa kabupaten/kota yang tidak ikut mempunyai beberapa alasan, seperti ketiadaan dana dan bentroknya agenda festival dengan agenda pemerintahan masing-masing kabupaten/kota. Namun meski begitu, festival ini tetap menarik perhatian dan animo masyarakat.

Festival ini, selain menilai penampilan terbaik, juga akan memberi penilaian dari sisi penata tari, musik, busana dan rias, hingga lima penyaji unggulan. Untuk pemenang utama akan mendapatkan piala bergilir Gubernur Kalsel. Pemenang festival ini nantinya akan menjadi perwakilan Kalsel untuk tampil pada acara Festival Tari Nusantara, di Taman Mini, Jakarta, Agustus mendatang.

Ketua Pelaksana Fastival Karya Daerah, Ahmad Subakti mengatakan, festival tahun ini mengangkat tema wilayah pariwisata, menjadi ajang program pengembangan, galian, dan aktualisasi unsur budaya. Juga agar seni tari daerah terpelihara dan berkembang di Kalsel. Pun juga menjadi sarana untuk meningkatkan produktivitas seniman kalsel. “Ini juga upaya untuk tingkatkan wawasan dan pengetahuan budaya,” tuturnya.

Ahmad mengatakan, eksistensi kebudayaan di Kalsel semakin maju baik secara kuantitas dan kualitas. Apalagi dengan adanya Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Untuk tahun ini, dalam rangka ulang tahun TMII, Kalsel memenangkan juara ketiga di ajang pawai budaya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemanusiaan dan Kemasyarakatan Setda Kalsel, Fathurrahman mengatakan, festival ini juga menjadi ruang dan tempat untuk membudayakan seni, khususnya seni tari. “Indonesia punya banyak budaya sehingga harus dipelihara. Harus didukung upaya yang memperkuat budaya Indonesia biar tidak tergerus budaya luar. Selain itu kegiatan ini juga untuk pengembangan bakat,” terangnya.

Ia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus menjaga seni daerah. Sebab, lanjutnya, seluruh masyarakat ikut bertanggung jawab untuk kelangsungan budaya. Terlebih tari daerah yang punya banyak nilai filosofis dan cerita yang menarik di dalamnya. “Diingatkan seluruh generasi muda agar tidak lupa, tapi merawat, menjaga dan menumbuhkan rasa kebudayaan,” pungkasnya.

kanalkalimantan.com/Image ANTARA