Cagar Budaya Menara Suar Tanjung Kalian di Bangka Barat Pikat Wisatawan

Cagar Budaya Menara Suar Tanjung Kalian di Bangka Barat Pikat Wisatawan

Muntok – Menara Suar Tanjung Kalian Muntok di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masihlah tetap tegak berdiri menjulang. Keberadaannya kini seakan menjadi magnet bagi para wisatawan dan mengundang penasaran untuk melihat lebih dekat hingga ke hasrat menaiki titian anak tangga yang lingkar melingkar, yang ada di dalamnya.

Menara suar setinggi 56 meter itu, kini menjadi satu diantara cagar budaya peninggalan kolonial Belanda yang berdiri kokoh hingga saat ini sejak tahun 1862. Menara ini pun menjadi objek wisata di kota Muntok yang terpelihara dari generasi ke generasi. Pengunjungnya pun tidak hanya sebatas warga Kepulauan Bangka Belitung tapi juga, nasional dan dari wisatawan luar negeri.

Cagar budaya ini bukti nyata adanya praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan, dari sang arsiteknya pada saat bangsa Belanda bercokol di Pulau Bangka. Kemilau sinar lampu yang ada di atas menara itu, menjadi titik ordinat yang bisa memandu kewaspadaan para nakhoda kapal yang mengarungi samudera atau pun para pilot pesawat yang terbang melintas dimana di bawahnya perairan Tanjung Kalian Muntok Bangka Barat.

Mendekati menara, saat pintu dibawah menara itu terbuka menganga, Saat itulah, bagi yang penasaran ingin meretas naik, harus melangkahkan kakinya menaiki titian anak tangga yang melingkar ‘mengular’ hingga ke puncak menara menempuh tuntas pada ketinggi 56 meter.

“Penasaran saja dan memacu adrenalin menaiki anak tangga hingga ke puncak menara setinggi 56 meter ini,” kata Rara salah seorang pengunjung.

Mengaku sanggup naik hingga ke puncak menara, dirasakannya, saat tiba dipuncak dan menepi ke pelataran, udara terhirup segar dibarengi tiupan angin yang sedikit kencang, dan terasa beda saat angin berhembus di bawah menara.

“Menara ini merupakan salah satu warisan sejarah yang dibuat pada zaman kolonial Belanda, sempat diambil alih tentara Jepang kemudian masuk pemerintahan Indonesia sejak orde lama, orde baru hingga era reformasi. Saat ini Menara suar dioperasikan dibawah kendali Kementerian Perhubungan,” Begitu literasi yang Rara dapatkan usai kunjungannya.

Hal lain yang dirasakan, berada di puncak menara, menurut Rara, siapa pun dapat melihat pemandangan alam laut lepas serta garis pantai dengan hamparan pasir memutih. gugusan perbukitan Gunung Menumbing juga bisa disaksikan dari puncak menara.

Sementara itu, Penjaga Menara, Ahmad Rofi, mengatakan, bangunan fisik menara dan bangunan rumah dinas di sekitar menara itu nampak masih asli buatan Belanda dan terpelihara karena sudah menjadi cagar budaya.

“Setiap saat pengunjung bisa mendatangi kawasan menara. Bagi yang ingin memacu adrenalin bisa masuk dan menaiki tangga demi tangga di dalam menara. Untuk masuk harus punya tiket seharga Rp.5000 saja,” kata Ahmad Rofi.

rri.co.id