Karangasem Gelar Rapat Pra Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Karangasem Gelar Rapat Pra Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Karangasem – Kabupaten Karangasem terpilih sebagai tuan rumah Jelajah Kota Pusaka Indonesia tahun 2019. Kepercayaan itu didapatkan setelah Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dikukuhkan jadi Ketua Presidium JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) masa bhakti 2018-2019 dalam acara Rakernas VI JKPI 2018 di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 26 Oktober 2018.

Mempersiapkan Festival Tingkat Nasional ini, Pemkab Karangasem secara khusus menggelar rapat Pra Rakornas ke 7, Kamis, (4/4/2019) di Villa Taman Surgawi, Desa Tumbu, Karangasem, Bali. Selain dihadiri Bupati Karangasem sebagai Ketua Presedium JKPI, rapat ini juga dipimpin langsung Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal serta diikuti oleh Bupati Siak Hj. Alfedri, Bupati Balitung Timur Yusral Mahendra, Wabup Sambas, Wabup Pasuruan, Wakil Walikota Bau Bau, Wakil Walikota Tegal, Wakil Walikota Sawah Lunto dan puluhan perwakilan kepala daerah anggota JKPI lainnya.

Bupati IGA Mas Sumatri selaku Ketua Presedium JKPI dalam rapat menyampaikan ucapan selamat datangnya kepada seluruh anggota JKPI dan menyampaikan kesiapan Kabupaten Karangasem dalam menyambut Rakornas JKPI pada bulan Juni nanti. Ia menjelaskan,di tengah tantangan sekaligus anugerah atas meningkatnya aktivitas Gunung Agung dengan total pengungsi mencapai 200.000 jiwa tersebar di 415 titik, Kabupaten Karangasem tetap berupaya Survive.

Dengan keyakinan penuh, Pemkab Karangasem menjawab tantangan ini dengan berbagai terobosan Inovatif. Adapun beberapa inovasi yang telah dilakukan dikemas dalam satu program Destination Branding. “Selaras dengan destination branding Kabupaten Karangasem yaitu Karangasem The Spirit of Bali, maka Pemkab Karangasem senantiasa berupaya untuk menjaga seluruh aset, terutama yang berelasi dengan mahakarya dari para pendahulu yang diwarisankan dalam berbagai bentuk,” tegas Ms Sumatri.

Diantaranya, aset pusaka Budaya Ragawi seperti, Puri Agung Karangasem,Puri Gede Karangasem, Taman Soekasada Ujung dan Taman Tirtagangga, aset Pusaka Budaya tak ragawi, Pusaka Saujana Desa Tenganan Pagringsingan dan berbagai aset Pusaka Alam Karangasem. Kemudian berangkat dari asset-aset pusaka tersebut, maka Pemkab Karangasem memiliki motivasi serta keyakinan kuat untuk menjadikan Karangasem sebagai Kota Pusaka Indonesia lalu kemudian Kota Pusaka Dunia.

Ketua Panitia Festival Pusaka Nusantara dan Rapat Kerja Nasional I Putu Arnawa menyebutkan,Rapat Pra Rakornas ke 7 bertujuan menyampaikan program kegiatan pada tanggal 21 – 24 Juni 2019. Pemilihan tanggal ini dimaksudkan , karena bersamaan dengan itu digelar Festival Pusaka Nusantara dan sekaligus HUT Kota Amlapura yang diperingati setiap 22 Juni.

Arnawa menyampaikan,ada empat kegiatan utama yang akan digelar dalam menyambut anggota JKPI. Diantaranya, Pawai Budaya, Festival Keris, Pagelaran Budaya dan Pameran UKM. Langkah awal diawali dengan pementasan Gelar Budaya pada 21 Juni jam 17.00 Wita di Taman Budaya Candra Buana. “Khusus Gelar Budaya, dimohonkan kepada seluruh anggota JKPI untuk  bisa menghadirkan pagelaran budaya dari daerahnya masing-masing. Dengan begitu, dapat diperkirakan yang hadir nantinya ribuan orang. Selanjutnya akan disajikan,” lontarnya. Pembukaan Pameran Keris yang digelar di depan penataran Keraton Puri Gede Karangasem. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh komunitas Keris seluruh Bali.Arnawa menawarkan, bagi anggota JKPI yang memiliki keris,bisa ikut serta dalam pameran ini. Karena keris sudah menjadi pusaka dunia,dibuktikan dengan ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar budaya Dunia. Sedangkan menurut kepercayaan orang Bali, bukan semata-mata sebagai simbol ketajaman tapi sebagai simbol warisan budaya.

suaradewata.com