Ribuan Warga Kota Kupang Hadiri Festival Sarung dan Musik NTT

Ribuan Warga Kota Kupang Hadiri Festival Sarung dan Musik NTT

KUPANG – Lebih dari 1.000 warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadiri Festival Sarung dan Musik NTT. Acara itu berlangsung di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Para peserta mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mengenakan baju putih dan kain tenun dari berbagai kabupaten di NTT. Acara itu diisi dengan tarian festival sarung tenun ikat dan fashion show.

Hadir dalam acara itu, sejumlah pejabat di provinsi NTT dan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi.

Pemrakarsa yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengatakan kegiatan ini tujuannya untuk lebih memperkenalkan warisan budaya NTT.

Menurut Julie, tenun ikat yang ditampilkan dalam acara itu, adalah hasil kreasi perempuan di seluruh pelosok Flobamora, yakni Pulau Flores, Sumba, dan Timor.

Menurut Julie, pihaknya ingin mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya penenun. Juga untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT.

Festival yang digelar di ajang bebas kendaraan (CFD) mulai pukul 06.00 – 10.00 Wita ini diikuti sekitar 10.000 peserta.

“Yang unik dari acara ini, peserta diwajibkan berbusana kaus putih dan sarung bahan tenun ikat asli NTT. Yang datang tanpa sarung tenuh ikat asli NTT saya tolak,” kata Julie.

Selain musik dan tarian, festival ini juga menampilkan makanan-makanan khas yang berbahan dasar kelor. Julie berharap festival itu dapat menjadi ajang tahunan yang dapat menjadi daya tarik pariwisata daerah.

“Kita juga akan mendorong penetapan Hari Sarung Nasional. Sarung yang merupakan warisan kekayaan leluhur mesti dilestarikan serta layak disejajarkan dengan batik sebagai busana nasional. Dengan itu, geliat perekonomian para penenun juga akan semakin meningkat,” katanya.

travel.kompas.com/Image Tribunnews.com