Buleleng Akan Meriahkan Parade Budaya Dalam HUT ke-415 Kota Singaraja

Buleleng Akan Meriahkan Parade Budaya Dalam HUT ke-415 Kota Singaraja

Singaraja – Pemerintah Kabupaten Buleleng akan menggelar beberapa kegiatan yang dikemas  melalui parade budaya rangkaian memperingati HUT ke-415 Kota Singaraja.

Parade budaya seperti panampilan tari rejang renteng kolosal melibatkan 7.250 peserta dari seluruh desa/keluarahan di Buleleng kecuali Kelurahan Kampung Singaraja, Kampung Bugis, Kampung Kajanan dan Desa Pegayaman, juga kegiatan rutin Festival Endek dan lomba ngelawar.

Kegiatan tersebut dirancang untuk melibatkan lebih banyak lagi masyarakat Buleleng di hari jadi Kota Singaraja yang sangat bersejarah. Untuk memantapkan kegiatan parade budaya, Dinas Kebudayaan sebagai leading sector mengundang seluruh camat se-Buleleng untuk membahas terkait dengan event tahunan tersebut.

Pada pertemuan yang dilaksanakan, Kamis (14/3/2019) di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, disepakati kegiatan Parade Budaya akan digelar 30 Maret 2019 bertepatan dengan hari jadi Kota Singaraja.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Gede Komang kepada RRI mengungkapkan, untuk perayaan kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya mengingat akan ada pementasan tari secara kolosal dengan mengusung tema Singa Tatwa Raja. Pementasan kolosal tersebut akan menggambarkan kebesaran jiwa dan keteladanan pendiri kota Singaraja yakni Anglurah Ki Barak Panji Sakti.

“Tari kolosal ini akan dilaksanakan tanggal 30 Maret dengan melibatkan 9 kecamatan. Masing-masing kecamatan nanti akan diberikan untuk devile untuk atraksi 15 menit, 3 menit untuk tari tradisional dan 12 menit untuk tema Singa Raja Tatwa,” paparnya.

Camat Busungbiu Gede Putra Aryana, usai pertemuan itu mengatakan, sebagai salah satu peserta Parade Budaya pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut dan akan mengajak seluruh masyarakat yang terlibat untuk mendukung kegiatan dimaksud, karena parade budaya digelar dari masyarakat untuk masyarakat.

“Nanti berkolaborasi di dalam parade budaya, kami bersama desa adat bekerjasama menyiapkan ini,” ucapnya.

Bagi masing-masing peserta Parade Budaya, panitia menyediakan waktu untuk tampil di depan panggung kehormatan maksimal selama 15 menit.

rri.co.id/Image Bali Editor