Meriahnya Bogor Street Festival 2019

Meriahnya Bogor Street Festival 2019

Bogor – Salah satu pertunjukan paling khas dalam perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor adalah adanya pertunjukan barongsai. Kehadiran sejumlah barongsai berukuran besar pukau ribuan warga yang handir.

Tak sedikit dari warga yang hadir mengabadikannya dengan kamera ponsel masing-masing.

Terpantau, ada kebiasaan khusus bagi warga Tionghoa saat bertemu barongsai.

Mereka akan senang hati memberi angpao kepada barongsai-barongsai yang ditemuinya dengan cara memasukan angpau langsung ke mulut naga barongsai.

Dalam perayaan Cap Go Meh, warga Tionghoa mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak berlomba-lomba memberikan angpau langsung ke mulut barongsai yang ikut memeriahkan karnaval budaya ini.

“Itu emang udah budayanya gitu, ngasih angpao ke barongsai,” kata salah warga dari Vihara Dhanagun, Ace (25).

Selain hadirnya barongsai, kebudayaan dari kepercayaan lain pun juga tampak ikut memeriahkan karnaval budaya Cap Go Meh ini.

Bima dan Emil Joget 

Sesi karnaval kebudayaan dalam perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor memang  cukup meriah.

Berbagai kebudayaan melakukan arak-arakan sekitar pukul 18.30 WIB.

Salah satu peserta karnaval yang membawa budaya india cukup menggoda Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan juga Walikota Bogor Bima Arya.

Saat peserta kebudayaan India ini menari khas film india, Emil dan Bima langsung bergoyang di tempat duduknya.

Tak lama, mereka berdua turun dari tempat duduknya dan ikut bergoyang bersama peserta karnaval yang membawa budaya India tersebut.

Suasana pun menjadi semakin riuh saat warga menyaksikan Emil dan Bima berlenggak-lenggok ala film bollywood tersebut.

Budaya India dalam karnaval budaya Cap Go Meh ini merupakan satu dari sekian banyak budaya yang ditampilkan.

Dibuka Enam Tokoh Agama

Sebelumnya, puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor, Jawa Barat, yang dikemas dalam pesta budaya Bogor Street Festival resmi dibuka, Selasa (19/2/2019).

Selain Ridwan Kamil dan Bima Arya, turut hadir Kapolda Jawa Barat Agung Budi Maryoto dan perwakilan kedutaan besar, serta beberapa pejabat lainnya.

Pembukaan acara tersebut juga menghadirkan enam tokoh pemuka agama yang masing-masing mewakili agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, perayaan Cap Go Meh bertajuk Bogor Street Festival ini merupakan ajang pemersatu bangsa di tengah keberagaman.

Bima menuturkan, hal ini merupakan momentum untuk bersama-sama menjaga komitmen untuk saling menghormati dan menghargai. “Bogor Street Festival bukan hanya peristiwa budaya. Ini persembahan dari Bogor untuk Indonesia, ajang pemersatu bangsa melalui budaya,” kata Bima, dalam sambutannya seperti dikutip Kompas.com.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Cap Go Meh Arifin Himawan menjelaskan, event ini merupakan penegasan atas nilai persatuan bangsa yang selalu dijaga oleh Kota Bogor.

Arifin menegaskan, Kota Bogor secara konsisten ingin memperlihatkan semangat toleransi dan pluralisme yang selalu dipelihara sebagai bagian dari masyarakat besar di Indonesia.

“Ini menjadi bukti bahwa semangat pluralisme, nilai toleransi dan kekayaan budaya yang diperlihatkan Kota Bogor sangat efektif mempersatukan warga. Ini juga sebuah fakta betapa masyarakat kita sangat dewasa menjaga kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

TribunewsBogor/Kompas.com 

Image capgomehbogor.com