Jadi Salah Satu Kota Pusaka, Madiun Semakin Berkarisma

Jadi Salah Satu Kota Pusaka, Madiun Semakin Berkarisma

MADIUN – Sejak mengusulkan 19 bangunan berstatus Cagar Budaya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Juli lalu, Kota Madiun telah memantapkan diri menjadi bagian dari Kota Pusaka di Indonesia. Lalu, apa sebenarnya Kota Pusaka itu?

Menurut penuturan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Madiun Agus Purwowidagdo, Kota Pusaka merupakan jaringan yang didirikan untuk tujuan menjaga kelestarian cagar budaya (BCB) peninggalan sejarah di Indonesia.

“Kota Madiun mempunyai peninggalan-peninggalan sejarah. Kita punya peninggalan heritage yang banyak, selain itu juga letak geopolitik Madiun dengan Mataramannya yang khas. Hal tersebut membuat Kota Madiun masuk sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia,” terangnya.

Kota Madiun, lanjutnya, menjadi anggota Kota Pusaka bersama dengan 31 kota lainnya di Indonesia. Deklarator dari berdirinya jaringan Kota Pusaka antara lain, Surakarta, Yogyakarta, Denpasar, Pekalongan,Ternate, Pangkal Pinang, Ambon, Surabaya, Medan, Pontianak, Sawahlunto, dan Blitar.

“Berdasarkan usulan 19 cagar budaya yang ada di Kota Madiun, saya harap ini dapat memacu segenap elemen stakeholder ataupun masyarakat untuk terus menggali dan melestarikan peninggalan yang ada,” imbuhnya.

Ke-19 cagar budaya tersebut di antaranya adalah bangunan Balai Kota, SDN 01 Kartoharjo, dan SDN 02 Kartoharjo yang berada di Kecamatan Kartoharjo. Komplek Pabrik Gula Redjo Agung, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Gamaliel, komplek Gereja Santo Cornelius, Gereja Santo Bernadus, Bakorwil, Rumah Kapiten Cina,
SDN 05 Madiun Lor, SMPN 1 Kota Madiun, SMPN 3 Kota Madiun, SMPN 13 Kota Madiun, dan Stasiun Madiun.

Sedangkan, peninggalan bangunan cagar budaya yang ada di Kecamatan Taman, terdiri dari komplek Klenteng, menara air Sleko, rumah Andi Wibisono, dan bangunan SMAN 1 Madiun.

“Untuk tahun depan, pemerintah pusat menargetkan jumlah anggota Kota Pusaka akan bertambah menjadi 45 kota,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, Kota Madiun sebagai anggota Kota Pusaka akan terus mencoba menggali potensi daerah yang ada. “Untuk tahun depan kami akan terus menggali dan mengingatkan kepada masyarakat bahwa Kota Madiun memiliki peninggalan sejarah yang bermacam-macam, salah satunya dengan diadakannya Madioen Tempoe Dulu,”
jelasnya.

Agus menuturkan bahwa pelestarian bangunan pusaka bukan sekadar romantisme masa lalu. Lebih dari itu, pelestarian budaya tersebut menjadi jembatan untuk membangun masa depan dan menyelaraskan berbagai potensi masa lalu dengan berbagai perkembangan zaman yang terseleksi.

“Seperti contohnya pelestarian dengan cara kegiatan penelitian, perencanaan, perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan secara selektif untuk menjaga kelestarian tersebut,” tandasnya.

madiuntoday.id/Image peradaban timur jawa