Goa Jepang Yogyakarta, Benteng Pertahanan Pada Perang Dunia II

Goa Jepang Yogyakarta, Benteng Pertahanan Pada Perang Dunia II

Masa penjajahan Jepang di Indonesia memang singkat, yakni hanya sekitar 3,5 tahun. Namun peninggalan Negara Matahari Terbit itu masih bisa ditemui saat ini, salah satunya adalah gua.

Sering disebut Gua Jepang, peninggalan itu tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Yogyakarta menjadi salah satu wilayah di mana peninggalan itu bisa ditemukan. Selain di Kaliurang, ada pula Gua Jepang yang berada di Kecamatan Berbah.

Lokasi tempat Gua Jepang ini berada ialah di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Jarak dari pusat Yogyakarta adalah sekitar 17 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 40 menit.

Menuju gua ini, dari Pusat Kecamatan Berbah perjalanan ialah menuju arah timur melewati Jalan Berbah-Prambanan. Nantinya akan ditemukan plang penunjuk jalan menuju Gua Jepang yang berdekatan dengan destinasi wisata lainnya, yakni Candi Abang dan Gua Sentono.

Gua di Dinding Tebing

Begitu sampai di tujuan, pintu gua berjumlah empat buah akan langsung menyambut. Pelataran gua cukup luas sehingga bisa digunakan untuk menampung banyak kendaraan. Untuk tarif parkir dan tiket masuk, sampai saat ini masih gratis.

Keempat pintu masuk gua itu berada di dinding tebing perbukitan yang membentang dari sisi selatan ke utara. Ketika musim penghujan, air akan menetes dari langit-langit gua, terutama di pintu masuknya.

Bagian dalam gua belumlah terdapat penerangan. Pengunjung yang masuk ke dalam hanya bisa memanfaatkan cahaya dari luar ketika siang hari atau dengan menggunakan senter.

Gua ini tidaklah terlalu dalam. Selain itu, lorong gua satu dan lainnya saling terhubung. Semakin masuk ke dalam guna, udara pun semakin pengap dan kondisinya juga semakin gelap.

Benteng Pertahanan pada Perang Dunia II

Pembangunan gua ini bertujuan sebagai benteng pertahanan Jepang kerika Perang Dunia II. Lokasi gua berada di tempat-tempat yang memungkinkan pendaratan musuh Jepang saat itu, yakni Sekutu.

Di Wilayah Yogyakarta, fungsi Gua Jepang yang pertama adalah untuk pengintaian dan penembakan. Gua dengan fungsi ini memiliki menara pengintaian.

Fungsi kedua adalah untuk kepentingan logistik dan akomodasi pasukan. Gua ini merupakan tempat penyimpanan amunisi dan bunker pasukan.

Jika dilihat dari fungsinya, Gua Jepang di Berbah ini digunakan sebagai gudang amunisi. Hal itu karena dahulu terdapat pintu baja pada keempat lubang masuk gua.

Pendirian gua ini memiliki tujuan untuk menjaga keselamatan vasilitas vital, yakni Lapangan Terbang Maguwoharjo atau Bandara Adisutjipto. Lokasi gua memang tidak jauh dari bandara dengan jarak hanya sekitar 10 kilometer.

travel.kompas.com