Ratusan Penari Semarakan Penutupan GloBALI Festival di Taman Nusa

Ratusan Penari Semarakan Penutupan GloBALI Festival di Taman Nusa

GIANYAR – Globali Festival yang berlangsung sejak 10 Desember, Penutupnya, Rabu (12/12) diawali Penandatanganan Nota Kesepahaman antar para pihak dilanjutkan dengan Orasi Budaya “Arsip Warisan Budaya Tak Benda dan Pariwisata Budaya oleh Gaura Mancacaritadipura”. Dilanjutkan dengan penganugerahan Indan Award  Indonesian Archipelagic Heritage oleh Kementerian Pariwisata RI dan Pertunjukan Karnaval Budaya GloBali yang merupakan kolaborasi Karnaval dari Sanggar Seni Pancer Langit dan Taman Nusa.

General Manager Taman Nusa, I Nyoman Murjana mengatakan, pertujukan ini akan menjadi momen dan dimulainya kerjasama Pancer langit dan Taman Nusa dalam karnaval Budaya. “Pancer langit dengan desain kostum yang mengagumkan dan penghargaan yang diraih Sanggar Seni Pancer Langit juga sangat membanggakan,” ungkapnya.

Dikatakanya, Parade Budaya Nusantara dari Taman Nusa yang melibatkan ratusan seniman dari berbagai daerah di Indonesia, menjadi salah satu Parade Budaya Nusantara yang disaksikan dan sebuah destinasi yang dikunjungi para delegasi IMF dan pendamping pada Annual Meeting World Bank pada 13 Oktober 2018. “Sebanyak 200 Orang delegasi dan pendamping mendapat pengetahuan menyeluruh tentang budaya dari berbagai etnis Indonesia dengan cara yang menarik dan interaktif,” jelasnya.

Diungkapkanya, parade ini sudah dimulai sejak 2 tahun yang lalu dan mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari wisatawan asing khususnya wisman asal Cina. Parade Budaya Nusantara adalah sebuah paket wisata yang diawali dengan prosesi penyambutan saat kedatangan tamu di boulevard dan Gedung Daun Sirih kemudian dilanjutkan dengan Tour/Jelajah Indonesia di Kampung Budaya. “Sampai saat ini sudah 5.000 wisatawan telah menonton Parade Budaya Nusantara di Taman Nusa,” jelasnya.

Dihelaslanya, pertunjukan Penutup Globali Festival di Situs Borobudur Taman Nusa “Bedaya Prajna Paramitha”. Globali Festival yang merupakan Event Tahunan dari Kementerian Pariwisata diharapkan dapat menjadi Event Pariwisata dan budaya di Kabupaten Gianyar, Bali yang akan menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke daerah dan destinasi tersebut.

GloBali Festival yang merupakan suatu moment dimana ritus perayaan dan refleksi peristiwa dituangkan dalam sebuah rangkaian aktivitas budaya. Ritus perayaan yang dimaksud adalah perpanjangan dari wujud bhakti seseorang terhadap apa yang ia alami selama proses hidupnya dalam kehidupan sehari-hari, dengan didasari motivasi-motivasi yang baik diharapkan dapat bermanfaat baik untuk semua orang, semua makhluk dan semesta.

Sedangkan, refleksi peristiwa merupakan upaya melihat masa depan berdasarkan kecenderungan fenomena saat ini. Hal ini melahirkan adanya Jiwa yang Sadar sebagai sebuah kekuatan dalam merealisasikan segala tindak laku budaya itu sendiri.

Dua konsep ini diejawantahkan dalam suatu tindakan bersama dalam wujud karnaval budaya, dimana di dalamnya terdiri atas beranekaragam kebudayaan Indonesia yang dibalut dalam kesamaan dan persamaan visi-misi dalam mendukung program-program pemerintah serta suatu upaya yang dilakukan untuk memuliakan, memelihara, dan melestarikan budaya sebagai warisan Leluhur Bangsa yang adi luhung.

Adapun tema Ressurection atau Kebangkitan Kembali diusung dalam kegiatan karnaval budaya ini bertujuan untuk membangkitkan segala kemampuan yang dimiliki Oleh seluruh eleemen bangsa Indonesia, terutama di bidang budaya bahari akan dipresentasikan dalam prosesi budaya ini. Hal ini bertujuan bahwasannya manusia Indonesia harus bangga akan keindahan negerinya, hasil laut Yang melimpah dan potensi bahari yang menjadi sumber kehidupan ini. Layaknya laut Yang memberi kehidupan, maka demikian pula budaya adalah poros kehidupan manusia yang bermartabat, berkarakter, dan berkualitas dalam Pribadinya yang utuh.

posbali.id/Image SuaraDewata.com