Lomba Sulam 1000 Kerudung dan Festival Kuliner di Hari Jadi Bukittinggi

Lomba Sulam 1000 Kerudung dan Festival Kuliner di Hari Jadi Bukittinggi

Bukittinggi – Lomba sulam 1000 kerudung dan festival kuliner khas Bukittinggi, menjadi awal kegiatan Bukittinggi Fiesta 2018, event yang diinisiasi oleh Dekranasda ini, merupakan rangkaian memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 234.

Ketua Dekranasda Bukittinggi, Yesi Endriani, selaku ketua panitia, mengatakan, disamping dalam rangka memperingati HJK ke 234, kegiatan ini juga sekaligus dalam rangkaperingatan Hari Ibu Nasional tingkat kota Bukittinggi. Ada enam kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Bukittinggi fiesta 2018, yang diawali dengan Lomba Sulam 1000 Kerudung dan Kuliner Khas.

“Lomba sulam 1000 kerudung diikuti oleh peserta yang berasal dari kelurahan yang ada di Bukittinggi, komunitas dan organisasi perempuan serta ormas di Bukittinggi. Lomba ini bertujuan untuk mengangkat kembali warisan leluhur yang ulai ditinggalkan generasi muda kita,” terangnya.

Menurut Yesi Endriani, ada beberapa jenis sulam yang diperlombakan, diantaranya, sulam jenis kepalo samek, sulam suji caia, sulam terawang, sulam bayang dan sulaman kristik.
Sedangkan festival kuliner khas Bukittinggi, memang menampilkan, berbagai macam makanan khas Bukittinggi.

“Seperti, cindua langkok, lamang tapai, katan sarikayo, lompong sagu, kacimuih, onde-onde dan makanan khas lainnya,” tambahnya.

“Beberapa perlombaan yang dilaksanakan mulai tanggal 10 Desember, dalam rangka Bukittinggi Fiesta 2018 ini. Diantaranya, lomba daur ulang yang diprakarsai oleh dinas lingkungan hidup, pameran bunga oleh dinas pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu jiga akan diselenggarakan beberapa kegiatan yang diinisiasi oleh Dekranasda Bukittinggi selama satu minggu kedepan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, saat membuka kegiatan Bukittinggi Fiesta 2018 ini, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi, mengapresiasi inovasi dari dekranasda dan partisipasi dari seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan ini, dan hal itu tentu sangat membantu pemerntah dalam pengembangan dan peningkatan minat masyarakat akan keanekaragaman masakan dan sulaman Bukittinggi.

“Secara keseluruhan kita dari Pemko sangat mendukung Bukittinggi Fiesta 2018 ini. Temanya, mari cintai produk anak nagari dengan melestarikan kuliner dan sulam Bukittinggi. Tentunya nanti kedepan akan kita upayakan bagaimana produk bordir/sulam sebagai seragam pemko Bukittinggi,” ujarnya.

Irwandi berharap, kuliner khas Bukittinggi, juga perlu dilestarikan di tengah masyarakat, agar tidak terpinggirkan dengan makanan yang global. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, menu hote di Bukittinggi juga dimasukkan kuliner khas Bukittinggi ini.

rri.co.id