Pelajar dan Pemuda Sumbawa, Ramaikan Karnaval Kebangsaan

Pelajar dan Pemuda Sumbawa, Ramaikan Karnaval Kebangsaan

Sumbawa – Dalam rangka memeriahkan  HUT RI Ke-73, Kodim 1607/Sumbawa menggelar pawai kebangsaan dengan  berbagai macam budaya nusantara.

Pawai ini diikuti instansi pemerintahan yang ada di Kabupaten Sumbawa, instansi vertikal, Kecamatan se Kabupaten Sumbawa, berbagai macam ethnis serta para pelajar SMP dan SMA/SMK. Pawai dimulai dari Makodim 1607/Sumbawa lalu mengelilingi Kota Sumbawa,  lalu masuk kembali  ke Makodim,

Ratusan pelajar menampilkan beragam kesenian daerah diseluruh Indonesia, disusul barisan drumband, yang secara berturut-turut diikuti barisan di belakangnya.

Barisan pembawa bendera merah putih dan identitas masing-masing daerah, lalu diikuti barisan masing-masing kontingen dengan kostum yang memvisualisasikan kebhinekaan suku dan adat dalam pawai kebangsaan.

Tidak ketinggalan  Suku Lombok, Bali, NTT, Sumbawa, Jawa, Bugis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dandim 1607/Sumbawa, Letkol. (Inf) Samsul Huda, Senin (8/10/2018) siang,  mengatakan dengan pawai kebangsaan ini pihaknya merangkum seluruh budaya yang ada di Indonesia. Selain itu juga pawai ini  untuk mengembalikan ingatan generasi muda  kepada pahlawan yang telah memperebutkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Acara ini konsisten menampilkan beragam adat dan budaya nusantara untuk mengingatkan seluruh warga akan kebhinekaan Indonesia,” ucap Letkol (Inf) Samsul Huda.

Karnaval kebangsaan ini ditampilkan Indonesia dalam bentuk mini. Wujud Indonesia yang kaya akan ragam budaya, etnis, adat istiadat dan agama. Dengan semangat kemerdekaan, mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum agar masyarakat dan generasi muda selalu sadar menjaga kebhinekaan.

“Tetaplah bersatu dalam kondisi apapun, jangan mudah terpecah belah,” harap Letkol. (Inf) Samsul Huda

Bung, Samsul Huda juga berharap agar karnaval tematik semacam ini bisa diterapkan juga di tingkat kecamatan. Sehingga semangat masyarakat dalam menjaga kebhinekaan juga bisa dirasakan hingga ke kecamatan dan desa.

“Di pilihnya pawai Kebangsaan, Bukan berarti kita kurang dari memahami Kebangsaan.  Tapi dengan modal Kebangsaan inilah negara kita bisa maju, menjadi negara yang modern dengan tidak meninggalkan identitas kebangsaan. Ini harus kita mepupuk terus rasa kebhinekaan kita sehingga bisa menjadi bangsa yang berbudi luhur, bangsa yang modern. Tentunya generasi muda juga dapat mengetahui bagaimana perjuangan pahlawan kita merebutkan kemerdekaan ini,” ujarnya.

rri.co.id/Image Harian Nasional News