JKPI Raih Anugerah Kebudayaan 2018

JKPI Raih Anugerah Kebudayaan 2018

Memasuki satu dekade, Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dianugerahi penghargaan yang membanggakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Organisasi ini menjadi salah satu penerima Anugerah Kebudayaan 2018 dalam kategori Komunitas. Bertempat di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal menerima penghargaan tersebut yang diserahkan langsung oleh Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid dan disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (27/9).

Disamping JKPI, komunitas lain yang mendapatkan penghargaan yang sama adalah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, INACRAFT, Pesta Kesenian Bali, Lembaga Pendidikan Seni Nusantara dan Gerakan Rumah Asuh.

Terpilihnya JKPI tidak terlepas dari aktifnya organisasi ini dalam memelihara dan merawatkota-kotapusaka di Indonesia. Kehadiran JKPI merupakan cerminan dari adanya sekelompok masyarakat dan pemerintahan daerah yang memiliki visi dan misi bersama, yaitu untuk merawat dan melestarikan berbagai warisan budaya Indonesia, baik yang terlihat dalam wujud benda (tangible) maupun tak benda (intangible).

Hingga saat ini JKPI sudah memiliki 66 anggota yang tersebar di hampir seluruh kota di seluruh kota di Indonesia. Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian benda cagar budaya (BCB) peninggalan sejarah di Indonesia, jaringan ini juga berupaya untuk memperkenalkan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan BCB melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Berbagai kegiatan telah diselenggarakan di berbagai daerah, mulai dari seminar, pertunjukan budaya, festival, penerbitan majalah Kota Pusaka dan lain sebagainya.

Saat ini persoalan Pusaka (heritage) menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang atau kalangan. Tidak hanya sebagai objek tapi juga subjek pembangunan. Pusaka yang identik dengan warisan pada awalnya hanya ditujukan pada bengunan peninggalan lama atau benda-benda seni, kini telah berkembang keruang yang lebih luas, seperti Kawasan hingga kota bersejarah serta komponen yang semakin beragam. Tentu semakin tingginya minat masyarakat atas kehadiran pusaka di Indonesia tidak bisa lepas sebagai konstribusi langsung dari kehadiran JKPI di tengah-tengah mereka.

By. Adrial