Kemenpar Tutup Resmi Kegiatan Festival Sriwijaya 2018

Kemenpar Tutup Resmi Kegiatan Festival Sriwijaya 2018

Jakarta – Perhelatan Akbar Festival Sriwijaya resmi ditutup oleh Kementerian Pariwisata di di Lapangan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Acara Penutupan ini merupakan pesta akhir seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018.

“Apresiasi kami atas terselenggaranya festival yang sudah berlangsung 27 kali ini. Event yang telah memperkenalkan seni budaya Sumsel,” kata Raseno Arya,Tim Pelaksana Calender of Event Kemenpar.

Lebih lanjut, Raseno Arya juga menggarisbawahi laporan dari Dinas Pariwisata Sumsel, selama even ini berlangsung, tingkat hunian hotel full booked dan restoran dan kuliner juga full booked.

“Alhamdullilah, ini tentu sangat mendukung pencapaian kami 17 juta wisman tahun ini. Juga adanya tamu sepanjang pelaksanaan Asian Games 2018 lebih memperkenalkan atraksi budaya Sumsel memggema ke tingkat internasional,“ ujarnya

Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh juga sumringah dengan selesainya gelaran Festival ini.

“Ada peluang pasar yang besar usai festival ini. Kami ingin terus mendukung dan mempromosikan Sumatera Selatan, konsep yang diterapkan dalam festival ini sangat manjur dalam menggaet wisatawan,” terang wanita yang akrab dipanggil Iyung ini

Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Walikota Palembang, Akhmad Najib mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Palembang  dan Sumatera Selatan  yang telah hadir pada gelaran festival ini.

“Makna Sriwijaya memberikan kebanggaan, sebagai culture even, wajib kita syukuri dan terimakadih untuk seluruh partisipasi dari komunitas seluruh Sumsel. Dengn festival ini,ekonomi masyarakat bergerak, legacy yg tak terlupakan, tinggal bagaimana kita meneruskan ini.Terimakasih juga untuk kemenpar yang terus mendukung gelaran even ini,” ungkap Akhmad Najib.

Festival Sriwijaya merupakan event pergelaran kebudayaan tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, di mana tahun ini telah memasuki pelaksanaannya yang ke-27 yang diikuti oleh 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Rangkaian Festival Sriwijaya 2018 dimulai dengan sebuah bioskop mobile yang menyaring film-film pendidikan, budaya dan pariwisata. Selama festival juga ada pertunjukan musik etnik, parade musik jalanan, parade dul muluk, lokakarya, diskusi dan pertunjukan budaya dari kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Sungai Musi juga menjadi semarak dengan adanya festival perahu bidar hias dan aneka permainan tradisional.

Selain menggelar festival, Paket wisata seperti tur kota tiga hari di Palembang dan perjalanan belanja empat hari menjadi rebutan para wisatawan yang berkunjung ke Palembang.

Rangkaian kegiatan penutupan dimeriahkan dengan berbagai acara. Diantaranya penampilan kesenian lagu daerah, tarian daerah dan theater daerah terbaik yang yang menjadi terbaik selama penyelenggaraan festival.

“Sumsel ini Gubernurnya hebat, karena berani mengambil sikap dengan menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan penerimaan daerah. Sukses Festival Sriwijaya ini menjadi momentum untuk menggali dan memperkenalkan atraksi budaya dam jadikan Sumatera Selatan sebagai tujuan nasional utama pariwisata,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

rri.co.id/Image Suara Merdeka