Moskow Menggelar Festival Indonesia ke-3

Moskow Menggelar Festival Indonesia ke-3

KBRI Moskow kembali menggelar Festival Indonesia ke-3 dengan target pengunjung sebanyak 120 ribu orang, di Taman Krasnaya Presnya di pusat Kota Moskow, dekat Gedung Putih, Kantor Pemerintah Federasi Rusia dan World Trade Center (WTC) berlangsung 2-5 Agustus mendatang.

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana menyebutkan Festival Indonesia bertemakan “Visit Wonderful Indonesia: Explore our Regions” merupakan ajang promosi perdagangan, investasi, pariwisata dan seni budaya terpadu sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia di Rusia.

Di taman seluas 16,5 ha yang didirikan tahun 1932 dan merupakan monumen sejarah dan arsitektur, serta monumen seni lanskap abad XVIII-XIX para pengunjung akan merasakan mini Indonesia di Rusia.

Festival diprakarsai KBRI Moskow didukung Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan beberapa sponsor menampilkan pameran produk unggulan Indonesia dari daerah seperti kopi, pakaian, aksesoris, minyak kelapa sawit, kuliner nusantara, dan kerajinan tersebar di 85 booth.

Pada Festival Indonesia juga akan ditampilkan berbagai pergelaran seni dan budaya dari daerah seperti lagu, tarian, dan permainan alat musik baik di panggung utama, maupun di beberapa panggung atau tempat lainnya secara terpisah.

Kegiatan lainnya, berupa pagelaran wayang kulit dan gamelan show, master class tari dan alat musik tradisional, workshop batik, kelas Bahasa Indonesia, fashion show dari desainer Indonesia, kelas memasak makanan nusantara, peragaan pencak silat, prosesi upacara pernikahan adat, simulasi selancar dan menyelam, serta pelayanan informasi tentang Indonesia.

Festival diikuti delegasi Indonesia dari berbagai kalangan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku bisnis, maupun tim seni budaya akan dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Bangka Belitung, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bupati Pekalongan, Kulonprogo, Sijunjung, Walikota Malang, Walikota Pasuruan dan Wakil Walikota Denpasar.

Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik  Belarus, M Wahid Supriyadi mengatakan Festival Indonesia kali ini dirancang lebih spesial, seperti lokasi yang lebih luas dari festival sebelumnya dan adanya paviliun khusus daerah Indonesia.

“Melalui Festival ini diharapkan hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia lebih erat lagi yang pada gilirannya berdampak positif pada peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata,” ujar Dubes Wahid.

Rusia merupakan pasar potensial dengan lebih dari 147 juta penduduk dan pertumbuhan angka kalangan menengah dan purchasing power yang cukup tinggi. Berdasarkan data Federal Custom Service Rusia, total perdagangan Indonesia dan Rusia tahun 2017 mencapai USD 3,27 miliar, meningkat 25,2 persen dari tahun 2016, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,69 miliar.

Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata RI, tahun 2017 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 110.529 orang, naik 37,28 persen dari tahun sebelumnya dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dari negara lainnya.

Festival Indonesia Moskow ketiga diawali Forum Bisnis Indonesia-Rusia dan business matching pada 2 Agustus di World Trade Center (WTC). Selain Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan sejumlah pejabat daerah Indonesia, Forum bisnis direncanakan dihadiri dan dibuka Menteri Badan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro.

Forum bisnis akan dihadiri sekitar 500 pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia. Infrastruktur penunjang pariwisata akan menjadi fokus utama dalam kegiatan forum bisnis. Namun demikian, sektorsektor lain juga akan turut dibahas dalam forum tersebut, seperti energi, indusrti, perhubungan dan palm oil.

Selama Festival Indonesia dan rangkaian kegiatannya, para pelaku bisnis Indonesia akan memiliki kesempatan berinteraksi dan melakukan business matching dengan para mitranya.

Berbagai daerah Indonesia dapat memperkenalkan potensi daerah masing-masing, baik ekonomi, maupun pariwisata dan seni budaya. Daerah juga dapat menjalin atau memperat kerja sama dengan mitranya di Rusia,baik dalam bentuk sister province, maupun sister city.

ANTARA/Image detikNews