Festival Tari Remo dan Yosakoi, Gabungkan Tarian Tradisional Dalam Tarian Jepang

Festival Tari Remo dan Yosakoi, Gabungkan Tarian Tradisional Dalam Tarian Jepang

Sejak terjalinnya hubungan Sister City antara Kochi dan Surabaya pada 17 April 1997, kedua kota itu terus berupaya meningkatkan kerjasama. Salah satunya dengan digelarnya acara festival Yosakoi secara rutin di Kota Surabaya.

Seperti pada Minggu (8/7) kemarin, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar festival Tari Remo dan Tari Yosakoi dari Jepang. Sebanyak 53 grup tari remo juga unjuk gigi menampilkan kelincahannya menari remo. Peserta terbagi menjadi dua kategori, yaitu anak-anak dan kategori dewasa.

Acara dibuka oleh Wisnu Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya. Dalam sambutannya ia menyampaikan festival Tari Remo ini digelar secara rutin guna mengenalkan kepada generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya daerahnya, serta dapat menarik wisatawan asing untuk datang dan mengetahui lebih banyak budaya-budaya di Surabaya.

Menurut Wisnu, tahun ini jumlah peserta festival tari Remo meningkat dari 40 menjadi 53 peserta. Pada lomba kali ini dipilih 10 tim penyaji non rangking terbaik anak-anak, dan 8 penyaji terbaik non rangking untuk kategori dewasa.

Masaki Tani Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya mewakili Seiya Okazaki, Wali Kota Kochi, menyampaikan, festival ini bertePatan dengan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Melalui festival ini ia berharap kerjasama sister city antara Surabaya-Kochi yang terjalin lebih dari 20 tahun dapat semakin erat terjalin. Pemkot Kochi dalam kesempatan tersebut  juga mengundang para penari Surabaya untuk datang ke Kochi.

Festival tari Remo dan tari Yosakoi ini juga dihadiri oleh beberapa OPD, perwakilan sanggar Surabaya, Polrestabes dan kecamatan.

suaramerdeka.com/Image d-onenews.com