Pesta Budaya Terbesar ”Dieng Culture Festival 2018”

Pesta Budaya Terbesar ”Dieng Culture Festival 2018”

DIENG merupakan sebuah kota yang terletak di Wonosobo, Jawa Tengah yang dipercaya sebagai tempat bersinggahnya para Dewa.

Kepercayaan tersebut terlihat dari nama kota ini, Dieng, yang terdiri dari Di- yaitu termin yang menunjukkan sebuah tempat atau preposisi, lalu ada kata -Hyang yang berarti Dewa, jadi bila disatukan akan menjadi sebuah tanah di mana temapt para Dewa bermukim.

Kota ini memiliki letak geografis yang sangat unik yaitu dikelilingi oleh beragam gunung. Hal itu menyebabkan suhu udara yang menurun drastis ketika memasuki musim kemarau.

Ketika musim kemarau tiba, Dieng memiliki festival tahunan yang kerap dikunjungi oleh banyak wisatawan, dan festival ini biasanya terjadi di awal bulan Agustus.

Dieng Culture Festival merupakan acara pesta Budaya terbesar yang diadakan setiap tahunnya di Kawasan Dieng akan di gelar untuk kesembilan kalinya.

Dieng Culture Festival ke sembilan hampir sama dengan sebelumnya, dengan prosesi Ruwatan rambut gimbal sebagai acara inti, dimeriahkan dengan program lain seperti pentas seni budaya, pergelaran wayang kulit, festival film, pertunjukan jazz atas awan dan sebagainya.

Festival ini merupakan festival budaya dengan konsep sinergi antara unsur budaya masyarakat, potensi wisata dieng serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai misi dasar pembentukan acara tersebut Dieng Culture Festival pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010.

Acara Ruatan/Pemotongan Rambut Bocah Gimbal

Pemotongan rambut gimbal ini merupakan prosesi penyucian yang sudah sangat melekat dengan kebudayaan dan adat di Jawa.

Acara ruatan ini merupakan suatu upacara atau ritual yang bertujuan untuk mengusir nasib buruk pada bocah gimbal maupun masyarakat dieng.

Masyarakat dataran tinggi dieng percaya bahwa anak-anak berambut gimbal merupakan titipan dari kiyai kolo dete, yang merupakan salah seorang penjabat di masa Mataram Islam yang ditugaskan unuk mempersiapkan pemerintahan di wilayah dataran tinggi Dieng.

Minum Purwaceng

Purwaceng sendiri berasal dari dua kata. Purwa yang berarti tumbuhan dan Ceng yang berarti menguatkan, Kini Purwaceng hasil produksinya tidak hanya dinikmati oleh wisatawan yng berkunjung ke Dieng, namun sudah menembus Kalimantan.

Purwaceng produksinya dijual seharga Rp 125.000 per botol.

Pertunjukan Tradisi

Selain itu ada pertunjukan seni tradisi, pemutaran nominator Festival Film Dieng. Pemutaran film Dieng ini ada beberapa karya film yang masuk pemutaran dalam festival ini.

Beberapa tahun lalu terdapat ratusan nominasi yang masuk ke dalam festival ini, dan acara ini sangat menarik untuk Anda sambangi karena setiap tahunnya memiliki film dengan tema yang berbeda dan dengan para sutradara yang mumpuni.

Selain itu ada juga pagelaran wayang kulit, pesta lampion & kembang api.

Jazz Atas Awan

Jazz Atas Awan merupakan sebuah pagelaran musik di tengah suhu 4 derajat celcius.

Acara musik yang menjadi salah satu “gong” pergelaran festival tahunan ini mengharuskan para penonton menyiapkan diri menghadapi suhu yang sangat dingin di Dieng.

Karena dataran tinggi ini berada pada ketinggian 2180 meter diatas permukaan laut. Pagelaran musik jazz bertajuk “Jazz Atas Awan’ kembali digelar di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah pada Agustus 2018 ini.

tribunnews.com/lampungpro.com