Presiden Lepas Peserta Pawai Pesta Kesenian Bali ke-40

Presiden Lepas Peserta Pawai Pesta Kesenian Bali ke-40

Denpasar – Presiden Joko Widodo memukul gong menandai pelepasan peserta pawai Pesta
Kesenian Bali ke-40 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Sabtu.

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, pawai Pesta Kesenian Bali yang ke-40 tahun
2018, saya nyatakan dimulai,” kata Presiden sesaat sebelum memukul gong tanda pelepasan pawai.

Presiden, yang mengenakan pakaian adat Bali dengan atasan putih dan kain songket berwarna dominan hijau serta udeng hijau, melepas peserta pawai didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah Puspayoga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan Pesta Kesenian Bali tahun ini mengangkat tema “Teja
Dharmaning Kauripan, Api Spirit Penciptaan”. Dia berharap kehadiran Presiden dalam festival itu menjadi
penyemangat bagi masyarakat Bali, khususnya para seniman, untuk terus berkarya dan berkreasi
mengembangkan kebudayaan Bali.

Selain penampilan dari ISI Denpasar, ada 17 peserta pawai yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bali, sembilan kabupaten/kota di Bali, marching band Universitas Udayana, marching band Universitas Warmadewa, Pemerintah Provinsi Guangxi China, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua, Sanggar Basundari Jepang, Konsulat Jepang, dan Forum Kerja Sama Sunda Kecil.

Pemerintah Provinsi Bali mengawali pawai dengan menampilkan gamelan gong suling sebagai gamelan pembuka, yang disusul barisan panji-panji seperti barisan umbul-umbul, barisan “kober” dan barisan “tedung”.

Barisan panji-panji itu menampilkan evolusi bentuk panji-panji untuk ritual keagamaan hingga menjadi bentuk
yang baru sesuai dengan estetika kekinian. Barisan panji-panji ini diiringi dengan gamelan bebarongan.

Sedangkan di bagian tengah ditampilkan barisan Jegeg Bagus Bali, muda-mudi Bali yang telah terseleksi lewat ajang pemilihan, baik secara fisik maupun secara bakat dan intelektual.

Pada bagian akhir pawai duta Pemerintah Provinsi Bali mempersembahkan karya fragmentari “Smaradahana” yang diangkat dari kakawin Smaradahana karya Mpu Dharmadja.

antaranews.com/Image tribunnews.com