Kota Pusaka; Peran Kota dan Hajatan Sepak Bola Dunia

Kota Pusaka; Peran Kota dan Hajatan Sepak Bola Dunia

Berhari raya dengan perasaan gembira bertemu sanak saudara penuh dengan suka cita. Berhari gembira dan bersuka cita setelah sebulan penuh berpuasa. Kita bersama saling mengucapkan, Minal a’idin wal fa’izin,mohon maaf lahir dan bathin. Tampa terasa kita telah melewati sebulan penuh bulan penuh ampunan yaitu bulan Rahmadhan.

Saat ini dari berbagai tempat kita bisa lihat dan saksikan masyarakat merayakannya. Berita di media massa, baik media cetak, televisi sampai media sosial (SosMed) memberitakan kegembiraan dalam berhari raya. Baik desa maupun kota semua merayakannya. Para kepala daerah maupun pejabat negaramengadakan opeh house dirumah jabatannya, para politisi sepakat sepertinya tidak mengeluarkan statement politiknya dan sepertinya semua terbebas dari rutinitas. Semuanya berjabat tangan dan kegembiraan itu tetap berlanjut.

Sebentar lagi masa liburan panjang di hari yang fitri akan berganti lagi dengan rutinitas harian seperti sedia kala. Tetapi pola hidup akan tetap dirasakan para penggila sepak bola akan tetap sama seperti bulan sebelumnya. Setelah kegembiraan berhari raya, keramaian pesta sepak bola sejagat akan tetap menghantarkan jam istirahat kita sampai larut malam bahkan cendrung pagi.

Kita bisa melihat kegilaan dari para pencinta bola di negeri ini, seakan-akan melupakan pemilihan kepala daerah (Pilkada), melupakan luapan yang berlebihan dalam kandidat politiknya. Piala dunia mampu meredam gejolak-gejolak atau riak-riak kecil dinamika politik dalam negeri. Bila kita mambaca laporan dari media massa atau sosmed di kota Ternate dan Tidore misalnya, rumah atau pagar akan berubah warna sesuai dengan dukungan mereka kepada tim negara pilihannya. Selain itu juga kita bisa melihat bendera ukuran-ukaran raksasa berkibar dan kita akan merasakan nuansa yang berbeda pada hari biasa. Yang paling menarik adanya pawai atau malah bisa dibilang sebulan karnaval keliling kota dengan konvoi dan bunyi-bunyian yang menarik.

simomot.com

foto by Sardi Marsoule

Tentunya kota-kota lain menampilkan kegilaan-kegialaan dalam artian positif. Warung-warung hidup sampai dengan dini hari. Diskusi dan bahasan dimana-mana selalu akan bola dan tensi perbedaan politik menjadi menurun. Hiburan murah meriah ini mampu mengubah tensi politik. Kotapun menjadi semarak dengan atribut-atribut warna-warni dunia dari para peseerta piala dunia.

ringkaskata.com

Piala dunia hajatan empat tahunan FIFA manghasilkan kejutan-kejutan. Tim-tim unggalan mulai merasakan neraka Piala Dunia. Pemain-pemain bintang ada yang tampil trenginas atau malah ada yang kehilangan kharisma. Keangkeran negeri beruang merah menjadi momok bagi tim-tim unggulan. Jereman sebagai juara bertahan kalah dari tim Maxico yang bermain penuh percaya diri dan berhasil merepotkan Jerman.

Sebelumnya raksasa sepak bola negeri Tango Argentina di tahan imbang oleh negara yang selama ini tidak dikenal dikancah persepakbolaan dunia. Takanan piala dunia mengakibatkan sang megabintang Lionel Messi gagaal menghasilkan gol dari titik penalti, tendangan Messi dapat dihadang oleh kiper dari Icelandia. Hasil draw menjadi pukulan atau malah akan membuat Argentina yang terkenal dengan gaya indahnya Flamengo menggila di Piala Dunia ini.

Sedangangkan tarian Samba tidak pula dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Sang mega bintang Neymar Jr. tidak mampu berkembang saat melawan negeri arloji Swiss. Permainan taktis cendrung keras menghasilkan hasil draw bagi tim Samba Brazil yang pada babak-babak sebelumnya sebelum menuju piala dunia tampil mengesankan.

Tetapi pertandingan baru dimulai, sangat prematur bila kita menganggap pertandingan sudah berakhir. Masih panjang perjalanan menuju fase gugur setealh dari fase penyisihan ini. Mari kita nikmati piala dunia sambil bergembira, walaupun sebetulnya artikel ini bukan sepak bolanya tetapi imbas Piala Dunia pada kota-kota yang menjadi tempat piala dunia serta menjadi rujukan juga bagi kita yang pada 180818 (18 Agustus 2018) juga akan mengelar hajatan besar, yaitu Asian Games.

World Cup Effect; Kegairahan Kota-Kota Pusaka di Rusia

Bagi Rusia, berkah piala dunia sangat dirasakan. Semua penggila bola datang dan merasakan langsung atmosfier apa yang namanya Final Piala Dunia. Kota-kota yang hampir sebahagian besar merupakan kota-kota yang punya tinggalan budaya berbenah, stadion- stadion yang menyelenggarakan pertandingan tentu merasakan effect dari banyaknya turis penggila bola. Kota-kota merasakan tuah piala dunia dan tentunya limpahan dolar akan mereka nikmati.

Penggila bola akan tinggal beberapa lama di tempat diselenggarakannya pertandingan tim kesayangan mereka. Sedangkan tim kesayangan mereka akan bertanding bukan hanya di satu stadion saja. Hotel, penginapan bahkan berbagai cara para penggila bola datang dan mencari model penginapan. Dari hotel kelas atas sampai homestay menjadi pilihan. Bahkan para penggila bola yang membawa bekal pas-pasan akan rela mencari penginapan gratis, apakah membawa tenda atau tidur di stasiun, berbagai cara kreatif dilakukan oleh para penggila bola.

Akomodasi dan transoprtasi memang menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan piala dunia Rusia. Pergerakan dan mobilitas peserta dan penonton tentu menjadi perhatian pemerintah Rusia. Mengingat Jarak antar kota yang menjadi tuan rumah berjarak lumayan jauh, mengingat Rusia merupakan salah satu wilayah yang mempunyai daratan terluas didunia yang membentang dengan luas di sebelah timur Eropa dan utara Asia. Dengan wilayah seluas 17.125.200 km² menjadi perhitungan FIFA untuk mengatur jadwal pertandingan dan pemilihan stadion, sehingga mobilitas pergerakan para peserta serta turis lebih efesien. Besarnya wilayah menjadikan Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia tunggal oleh FIFA sebagai operator tunggal sepak bola dunia.

wikipedia

World Cup Effect, sungguh terasa dampak/effect dari World Cup bagi Rusia. Gengsi sebuah negara dipertaruhkan. Infrasturktur di benahi, kota-kota penyelenggara bersolek dan tentunya ini akan menjadi aset jangka panjang bagi kota itu sendiri. Presiden Rusia Vladimir Putin dengan percaya diri membuka perhelatan yang paling digemari seluruh umat manusia di palanet bumi ini.

wikipedia

Investasi besar sepadan dengan datangnya turis penggil bola ke Rusia. Kita bisa lihat di televisi bagaimana penuhnya stadion dan tentu banyak juga yang datang hanya nonton bareng diluar stadion atau memilih pertandingn tertentu untuk di tonton. Ini mengingat mahalnya tiket. Informasi dari sahabat saya yang ikut menonton pertandingan di Rusia, kawan saya hanya akan menonton satu kali pertandingan karena harga tiketnya dua belas juta rupiah kalau dirupiahkan, itu untuk tribun biasa dan bukan di sisi pinggir lapangan.

Perjalanan menjelang menjadi tuan rumah tentu panjang dan penuh dengan aroma diplomasi antara Rusia dan FIFA setelah Rusia memenangi pemilihan tempat Final Piala Dunia. Apalagi masa-masa menjelang penyelengarakan, kondisi dunia selalu berubah-rubah memberi imbas kepada masalah moneter, begitu juga dengan Rusia.

Oktober 2011 misalnya, Rusia mengurangi jumlah stadion dari 16 menjadi 14. Pembangunan stadion Podolsk yang telah diajukan di wilayah Moskwa dibatalkan oleh pemerintah setempat, dan masih di ibukota, Otkrytiye Arena bersaing dengan Stadion Dynamo mengenai stadion mana yang dibangun lebih dahulu.

Padahal awalnya Rusia mengajukan kota-kota sebagai berikut untuk menjadi tuan rumah: Kaliningrad, Kazan, Krasnodar, Moskwa, Nizhny Novgorod, Rostov na Donu, Sankt-Peterburg, Samara, Saransk, Sochi, Volgograd, Yaroslavl, dan Yekaterinburg. Seluruh kota tuan rumah berada di dalam atau dekat Eropa Rusia. Pilihan ini untuk mengurangi waktu perjalanan tim peserta begitu juga untuk penonton/turis gila bola mengingat negara ini sanagat luas.

Dari laporan evaluasi penawaran menyatakan: “Penawaran Rusia mengajukan 13 kota tuan rumah dan 16 stadion, demikian melebihi persyaratan minimum FIFA. Tiga dari 16 stadion akan direnovasi, dan 13 akan dibangun baru.

Pilihan terakhir untuk kota tuan rumah diumumkan pada 29 September 2012. Jumlah kota dikurangi kembali menjadi 11 dan jumlah stadion menjadi 12 karena Krasnodar dan Yaroslavl dihapus dari daftar akhir.

Sepp Blatter menyatakan pada Juli 2014 bahwa karena kekhawatiran terhadap penyelesaian stadion di Rusia, jumlah stadion kemungkinan dikurangi dari 12 menjadi 10. Ia juga mengatakan, “Kita tidak akan berada dalam situasi ini, seperti kasus satu ini, dua atau bahkan tiga stadion di Afrika Selatan, di mana ada masalah yang Anda lakukan pada stadion-stadion ini”.

Pada Oktober 2014, dalam kunjungan resminya ke Rusia, komite inspeksi FIFA dan ketuanya Chris Unger mengunjungi Sankt-Peterburg, Sochi, Kazan, dan dua stadion di Moskwa. Mereka mengatakan puas atas proses pembangunan stadion-stadion di kota tersebut. Pada 8 Oktober 2015, FIFA dan Komite Penyelenggara Lokal menyetujui nama resmi stadion yang digunakan selama turnamen berlangsung.

Dari 12 stadion yang digunakan, Stadion Luzhniki di Moskwa dan Stadion Sankt-Petersburg (dua stadion terbesar di Rusia) digunakan paling sering dengan masing-masing menggelar 7 pertandingan. Sochi, Kazan, Nizhny Novgorod, dan Samara menggelar 6 pertandingan dengan masing-masing satu pertandingan perempat final, dan Otkrytiye Arena di Moskwa serta Rostov na Donu menggelar 5 pertandingan dengan masing-masing satu pertandingan babak 16 besar. Volgograd, Kaliningrad, Yekaterinburg, dan Saransk menggelar masing-masing 4 pertandingan dan tidak satupun dari kota tersebut menggelar pertandingan babak gugur.

Begitu ketatnya aturan standar untuk stadion oleh FIFA, tetapi dibalik investasi besar itu penjualan tiket memenuhi ekspetasi bagi tuan rumah. Belum lagi tentunya dari sponsor serta hak siar yang tentunya sangat besar bagi tuan rumah dan FIFA.

Simbiosis Mutualisma Kota-kota Tuan Rumah dengan Final Piala Dunia

Semarak final piala dunia tentunya sangat memberi imbas yang luar biasa disegala lini pada semua sisi kota, baik dari sisi infrastruktur perkotaan maupun kepada nilai ekonomi. Investasi tentunya bukan kepada kesiapan stadion saja, tetapi juga kepada elemen pendukung dari kesiapan kota dalam menyambut final piala dunia.

Salah satu yang menjadi tuan rumah yaitu Kota Kazan. Kota yang merupakan pusat industri, perdagangan dan budaya pada Negara Federasi Rusia. Jarak antara Kota Kazan dengan kota Moskwa bila ditempuh dengan jalur kereta api Trans Siberia memakan waktu kurang lebih 12 jam atau sekitar 810 Km. Jarak yang lumayan jauh bila ditempuh lewat darat, tertapi bila naik pesawat akan lebih banyak selisih waktunya.

Dengan terpilihnya kota Kazan berarti ada satu Stadion yang menjadi representasi dari kota yang disurvervisi pengawasannya oleh FIFA dan sekaligus menjadi ikon dari kota Kazan itu sendiri. Stadion Kazan Arena yang dimulai pembangunannya dari 2010 dan selesai tahun 2013 denga arsitek Populus, V. Motorin. Stadion dengan kapasitas 45.379 tempat duduk (Rusiian Premier League) 42.873 tempat duduk (FIFA World Cup 2018) dibangun dengan biaya $ 450.

Lokasi stadion Kazan Arena terletak didalam kawasan sport dan taman kota dan tidak begitu jauh dari sungai Volga. Denga bentuk arsitektur yang menarik menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat penting pada kota Kazan. Apalagi di dudukung dengan kemudahan berbagai moda transportasi menuju arena Final Piala Dunia 2018 ini.

https://images.google.com

Tentu sebagai tuan rumah kota Kazan tidak hanya memanjakan para pengila bola dari seluruh dunia akan kemegahan sarana olah raganya saja. Taman kota yang berdekatan dengan sungai menjadi tempat yang enak dan teduh bersantai menjelang dilangsungkannya pertandingan.

berita.lewatmana.com Gambar dari airbus Defence and space yang di ambil dari satelit

Kota Kazan, salah satu kota yang sudah berumur sangat tua dan didirikan pada tahun 1005. Kazan merupakan ibukota negara bagian Tatarstan. Kota Kazan merupakan kota yang usia lebih tua dari kota Moskow. Nama kota Kazan (berarti ‘kuali’ dalam bahasa Tatar) menggambarkan situasi kota ini yang merupakan tempat perpaduan budaya Tatar dan Slavia.

Kota dengan mayoritas penduduknya yang menganut agama Islam, bisa mengajak para pengemar dan penggila sepak bola untuk relaks sejenak datang dan melihat peradaban dan kebesaran budaya kota Kazan. Banyak mesjid yang dibangun berdampingan dengan katedral di Kazan seperti Kul Sharif Mosque, Cathedral of the Apostles Peter and Paul dan Temple of All Religions. Benteng Tatar yang dibangun pada abad ke-16 – Kazan Kremlin juga memperlihatkan kuat dan tingginya budaya mereka pada masa lalu.

rumahku2

absolute tous

Selain Kota Kazan kita bisa melihat bagaimana dengan pengaruh dari Piala Dunia bagi kota Moskwa. Kota dimana ada 2 stadionnya yang menjadi tuan rumah final piala dunia. Salah satunya akan menjadi tempat ajang Final dari Piala Dunia, yaitu Stadion Luzhniki.

Sebelumnya Stadion Luzhniki bernama Gelanggang Utama dari Stadion Sentral Lenin hingga 1992, Dahulu saat dibuka pada tahun 1956 merupakan bagian dari Kompleks Olimpiade Luzhniki. Stadion ini juga merupakan stadion nasional, digunakan dalam banyak pertandingan oleh tim nasional Rusia dan tim nasional Uni Soviet dahulu. Pada masa lalu, stadion ini dipakai sebagai stadion kandang dalam berbagai waktu oleh klub CSKA Moskwa, Torpedo Moskwa, dan Spartak Moskwa. Namun, kini tidak ada klub yang bermarkas di stadion ini.

Stadion Luzhniki juga merupakan stadion terbesar dalam ajang Piala Dunia 2018 sekaligus di Rusia, dengan kapasitas maksimum mencapai 81.006 orang. Kapasitasnya tersebut menjadikannya stadion terbesar di kawasan Eropa Timur. Sebagai bagian dari penawaran Piala Dunia Rusia, stadion ini kemudian dibangun kembali dan diperbesar yang pengerjaannya dimulai pada Agustus 2013. Penutup otomatis beserta bagian depan stadion tetap dipertahankan karena nilai arsitekturnya yang bersejarah. Proyek rekonstruksi stadion ini rampung pada 2017 dan menelan biaya hingga €350 juta.

wikipedia

Satu lagi stadion di kota Moskwa adalah stadion Otkritie Arena adalah sebuah stadion serba guna yang terletak di Moskwa, Rusia. Stadion ini lebih sering digunakan untuk pertandingan sepak bola, menjadi stadion kandang bagi Spartak Moskwa dan terkadang juga digunakan untuk tempat pertandingan tim nasional Rusia. Stadion ini menggunakan nama Stadion Spartak selama penyelenggaraan Piala Konfederasi FIFA 2017 dan Piala Dunia FIFA 2018. Stadion ini didesain dengan kapasitas 45.360 orang dengan menelan biaya sekitar 14 milyar RUB (430 juta USD)

wikipedia

Tentu dengan adanya final pertandingan Final Piala Dunia dan juga ada 2 stadion yang dipakai di kota Moskwa, bisa terbayang ramainya para penggila bola yang datang menyaksikan tim kesayangannya bermain. Persiapan penyambutan tamu bukan hanya stadion yang berbenah, elemen pendukung perkotaan, terutama infrastruktur penunjang perkotaan berbenah dan memberikan kenyamanan bagi para tamu yang daatang ke kota Moskwa.

Multy efek dari piala dunia ini memberikan ruang gerak ekonomi yang menyebar diberbagai lapis kalangan. Selain dari dunia sepak bola tentu tingkat kunjungan ke situs penting dari kota Moskwa menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi di kota Moskwa ada dua situs warisan dunia, yaitu situs Kremlin dan situs Lapangan Merah.

Situs yang ditetapkan oleh UNESCO, Lapangan Merah (bahasa Rusia: Krasnaya ploshchad) adalah lapangan yang terletak di samping Kremlin, Moskwa, Rusia. Di sekitar lapangan ini, terdapat Museum Sejarah Uni Soviet, Katedral Santo Basil yang dibangun dari batu bata pada abad ke-15 bersamaan dengan jatuhnya Kazan dan Mausoleum Lenin sebagai tempat persemayaman jasad Vladimir Lenin yang diawetkan.

Lapangan Merah adalah tempat upacara, perayaan, dan parade militer yang diawali oleh Uni Soviet dan diteruskan oleh Federasi Rusia.

wikipedia

Kremlin merupakan benteng bersejarah di pusat kota Moskwa yang dibangun dari batu bata pada abad ke 15. Kremlin berbatasan dengan sungai moskwa di selatan. Katedral Santo Basil dan lapangan merah di timur., dan Taman Alexandria di barat. Panjang temboknya lebih dari 2 km, tingginya hingga 19 m, lebarnya 3.5 – 6.5 m, luasnya 27,.5 ha.

Kremlin mempunyai 20 menara. Yang paling terkenal darinya ialah Menara Spasskaya (tingginya 67,3 m) dengan jam bergaris tengah 6 m. Di Kremlin ada peninggalan lama seperti gereja-gereja dengan tempat pemakaman tsar-tsar Rusia. Di sini juga terdapat balai senjata di mana terdapat bermacam-macam barang pusaka termasuk kereta kuda, mahkota, pakaian, perhiasan dan senjata kepunyaan tsar.

Di Lapangan Gereja di mana dulu upacara penobatan raja diadakan dan sekarang menjadi inaugurasi Presiden terletak Meriam Raja (dibuat dari perunggu pada abad ke-16, berat 40 ton, panjang 5 m, desain Chohov) dan Lonceng Raja (dibuat pada abad ke-18, berat 200 ton, tinggi 6 m, garis pusat 6,6 m).

Dulu Kremlin ialah tempat kediaman tsar-tsar Rusia, namun sekarang merupakan tempat kantor Presiden.

wikipedia

Tentu kota-kota lain penyelenggara Final Piala dunia tidak kalah menariknya dari dua kota yang diatas. Kota seperti kota Yekaterinburg dengan stadion Ekaterinburg Arena, dimana pada piala dunia ini ditambahkan kapasitas penontonnya, bila selesai piala dunia akan dikembalikan seperti sedia kala. Ini menarik juga bagi kita yang terbiasa mengadakan ivent besar seperti PON selalu membuat stadion besar dan tidak kuat merawat setelah kegiatan/ivent besar selesai dan biasanya jadi terbengkalai.

Kota Yakaterinburg sendiri merupakan kota ke 4 terbesar di Rusia. Kota yang terletak diantara perbatasan Asia dan eropa ini terkenal dengan banyaknya tinggalan peradaban masa lalu. Selain itu, kota ini terkenal sebagai tempat di eksekusinya Tsar Nikolai II beserta keluarganya pada tahun 1918.

wikipedia

Sedangkan kota Sochi, kota yang merupakan tujuan wisata yang paling populer di Rusia. Kota ini terletak didekat perbatasan Rusia dengan Georgia. Kota Sochi punya latar belakang puncak bersalju Pergunungan Kaukasus dan juga punya pantai, pantai Laut Hitam. Di kota Sochi sering menjadi tempat untuk olah raga musim dingin. Pada tahun 2014 Sochi menjadi tua rumah Olimpiade Musim Dingin. Piala Dunia dilaksanakan di Stadion Fisht, stadion berkapasitas 47.659 tmpat duduk ini sebelumnya menjadi tempat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2014.

wikipedia

Bergeser ke stadion Kaliningrad yang berada paling utara dari piala dunia 2018 Rusia ini. Stadion yang dikenal dengan nama Arena Baltika ini terletak di Pulau Oktyabrskaya, Kaliningrad. Stadion ini merupakan markas dari klub FC Baltika Kaliningrad. Stadion yang berkapasitas 35.512 tempat duduk ini bentuknya menyerupai stadion Allianz Arena di kota Munchen Jerman.

wikipedia

Kota Kaliningradskaya terletak diantara Lithuania dan Polandia. Selama ratusan tahun didiami oleh orang keturunan Jerman dan Prusia dan disebut Konigdberg. Salah satu filsuf ternama, yaitu Immanuel Kant berasal dari Konigdberg ini. Setelah perang dunia ke II daerah ini menjadi daerah sitaan dari Uni Soviet dan semua warga keturuan Jerman di deportasi.

Stadion kedua terbesar setelah stadion Luzhniki adalah stadion Saint Petersburg. Memiliki daya tampung sekitar 64.287 tempat duduk. Stadion yang merupakan salah satu yang termegah di Rusia ini di kenal juga dengan nama Stadion Krestovsky karena terletak dipulau Krestovsky, Saint Petersburg.

berita.lewatmana.com

Saint Peterburg atau Sankt-Peterburg dulunya bernama Petrograd pada tahun 1914-1924 dan pada tahun 1924-1991 berganti menjadi Leningrad untuk mengenang Vladimir Lenin. Kota ini merupakan kota industri mesin, besi, baja, kimia dan pangan. Kota ini juga sudah menerapkan sistim kereta bawah tanah sejak tahun 1955. Sedangkan pada tahun 1837 sudah ada jalur kereta api pertama di Rusia yang berada di kota Saint Petersburg. Saat ini kota Saint Petersburg memiliki jaringan transportasi yang baik, baik itu bus, trem, maupun trolleybus. Sedangkan untuk pelayaran, merek punya St Peter Line yang berlayar dari Helsinki ke Saint Petersberg serta dari Stockholm ke Saint Petersberg.

Selain itu Saint Petersburg juga ada situs warisan budaya dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO. Tingalan sejarah ini menjaadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi oleh para penggila bola dalam mengisi waktu jeda pertandingan.

Tentu juga kota, seperti Kota Krasnodar, kota Nizhy Novgorod, kota Rostov na Donu, kota Samara, kota Saransk, kota Volgograd dan kota Yaroslavl punya keistimewaan dan stadion yang sesuai standar FIFA. Selain itu, kota-kota penyelenggara punya tempat-tempat yang bagus, baik alam maupun tinggalan pusakanya.

Semoga panitia Asian Games yang nanti setelah piala dunia selesai siap-siap bekerja keras mereamu dan menyelenggarakan Asian Games pada 180818.

Bravo Olah Raga

Disarikan oleh Asfarinal St. Rumah Gadang