Surabaya Vaganza Semarakkan Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-725

Surabaya Vaganza Semarakkan Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-725

Surabaya Vaganza menjadi pembuka Hari Jadi Kota Surabaya ke 725 tahun, yang jatuh 31 Mei mendatang. Sejak pagi, puluhan ribu orang telah berkumpul di beberapa titik yang akan dilalui parade yakni sepanjang jalan Tugu Pahlawan hingga lokasi finish di Taman Bungkul, Jl Raya Darmo.

Kegiatan yang dulu disebut Parade Budaya dan Bunga ini diberangkatkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma berpesan kepada masyarakat agar memegang teguh perjuangan pahlawan untuk diimplikasikan di masa kini. Hal ini tercermin dari semangat para pahlawan di Surabaya yang mengantarkan kota ini menjadi Kota Pahlawan.

“Kita harus memegang teguh bahwa kita ini adalah kota tempat para pejuang lahir, kota perjuangan,” ujar Risma saat memberangkatkan peserta parade di depan Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan Surabaya.

Tak hanya itu, kepada pemuda Surabaya, Risma berpesan untuk tak mudah menyerah dan putus asa dalam menghadapi setiap permasalahan.

“Tidak boleh kenal kata menyerah, tidak boleh gampang putus asa, tidak boleh lari kalau ada masalah. Yang boleh, kita hadapi bersama dan bersama menyelesaikan,” tambahnya.

Untuk itu, Risma meminta semua pihak untuk tetap menjaga warisan dan budaya leluhur. Yakni kegiatan bergotong royong. Menurut Risma, hal ini penting dalam menciptakan hubungan yang erat sesama manusia.

“Meski kita kota metropolitan, kita harus memegang apa-apa dulu yg diwariskan para leluhur, yakni kehidupan bergotong royong,” imbuhnya.

Sementara itu, runtutan peserta Surabaya Vaganza ini diawali dengan Tim Paskibraka Kota Surabaya yang diikuti dengan pembawa bendera. Tak hanya itu, parade semakin meriah dengan tabuh genderang dari Drum Band persembahan SMPN 1 Surabaya yang sempat menjadi juara nasional.

Dalam acara ini, sebanyak 83 peserta dari dalam dan luar negeri ikut menyemarakkan. Tak hanya berasal dari instansi di ranah Pemerintah Kota, Namun ada pula beberapa Perguruan Tinggi, Perusahaan, hingga beberapa komunitas baik di Surabaya maupun luar Surabaya.

Para peserta berasal dari berbagai daerah diantaranya Nias, Minang, Lampung, Bali, Bogor, Papua, India, Maluku Barat Daya, Tapanuli, Sulawesi Selatan, NTT dan Konsulat Jenderal Jepang. Sementara 83 pesera tersebut terbagi atas 41 peserta mobil hias dan 42 peserta pawai budaya hingga drumband.

Masyarakat Surabaya nampak antusias dalam menyambut peserta parade. Kebanyakan membawa anak-anaknya untuk turut serta. Tak hanya itu, mereka pun berdesakan ingin mengabadikan momen yang digelar satu tahun sekali ini.

detik.com