Panitia CGM Hadirkan Jembatan Kaca di Singkawang

Panitia CGM Hadirkan Jembatan Kaca di Singkawang

Pontianak – Panitia Imlek dan Cap Go Meh tahun 2018 kembali memusatkan perayaan itu di Stadion Kridasana Singkawang.

Guna memeriahkan perayaan tersebut panitia juga akan membuat ornamen pegunungan batu dan jembatan kaca yang ada di Stadion Kridasana, kata salah satu panitia yang tergabung dalam tim pembuatan ornamen pegunungan batu dan jembatan kaca, Bun Cin Thong di Pontianak, Minggu.

Dia mengatakan, pembuatan ornamen ini sudah dikerjakan sejak tiga minggu lalu. Kini pengerjaannya sudah mencapai 80 persen.

“Target kita sebelum hari H sudah selesai semua,” katanya.

Di dalam ornamen ini ada jembatan kaca sepanjang 8 meter dengan tebal kaca 3 centimeter (cm). “Jembatan kacanya bisa di lalui, guna menguji adrenalin para pengunjung,” ujarnya.

Tujuannya, hanya semata-mata untuk menarik kunjungan wisata. Mengingat event Imlek dan Cap Go Meh ini dibuka untuk masyarakat umum. “Jadi bukan hanya untuk etnis-etnis tertentu saja,” ungkapnya.

Di samping ada jembatan kaca, menurut dia, di dalam ornamen gunung batu setinggi empat meter itu juga terdapat Rumah Tea, Rumah Nanas (rumah yang berbentuk buah Nanas), taman bunga Sakura dan Mei Hwa dan replika lampion anjing sebanyak 5 ekor (di tengah) bisa untuk pengunjung berselfi.

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang akan dipusatkan di Stadion Kridasana itu mulai dibuka sejak tanggal 15 Februari (malam) sampai empat Maret 2018. “Perayaan ini juga akan dimeriahkan artis ibu kota,” katanya.

Secara terpisah, Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan, ornamen yang dibuat merupakan hutan tiruan namanya Thai Phing San yang harus berjalan melalui jembatan kaca buatan.

“Ornamen ini sangat menantang adrenalin pengunjung untuk uji mental seolah-olah kita berada di jurang yang tinggi,” katanya.

Hutan tiruan (Thai Phing San) yang sengaja dibuatnya guna menarik kunjungan wisatawan lokal maupun manca negara ke Singkawang.

“Sehingga warga masyarakat yang ingin melihat jembatan kaca tidak perlu lagi datang ke negeri China tetapi cukup datang ke Singkawang,” ujarnya.?

antaranews.com/Image brothertrans.com