Istana Bogor Diserbu Mumpung Terbuka Untuk Umum

Istana Bogor Diserbu Mumpung Terbuka Untuk Umum

KEMEGAHAN Istana Bogor sudah diakui banyak kalangan. Termasuk dari para tokoh sekelas Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud, Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama dan pemimpin negara lain yang berkunjung ke sana beberapa waktu lalu.

Kemegahannya bahkan sudah terlihat dari luar kawasan istana di sepanjang Jalan Djuanda Kota Bogor. Namun, tak banyak warga setempat dan wisatawan yang mengetahui kemegahan di dalam Istana Bogor karena tak sembarangan orang diperbolehkan masuk.

Masyarakat umum yang tertarik berkunjung ke Istana Bogor bisa memanfaatkan kegiatan Istana Bogor Untuk Rakyat (Istura) dan Museum Open 2017. Selama hampir satu pekan, Istana Bogor dibuka untuk umum secara gratis mulai Senin 24 Juli 2017 hingga Jumat 28 Juli 2017.

Antusiasme pengunjung dari dalam dan luar daerah sudah terlihat pada pembukaan hari pertama. Ratusan pengunjung rela mengantri di halaman Balai Kota Bogor sejak pukul 07.00 untuk mendapatkan tiket masuk ke Istana Bogor. Para pengunjung baru diperbolehkan masuk pada pukul 8.00 setelah dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bogor.

Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Silvi (25) sengaja datang untuk melihat Istana Bogor dalam jarak dekat. Ia dan beberapa temannya yang ikut, tertarik mengikuti kegiatan tersebut setelah melihat pengumuman acara di media sosial. “Penasaran saja karena memang kita belum pernah masuk ke dalamnya,” katanya saat mendaftarkan diri di Balai Kota Bogor.

Selama ini, ia mengaku hanya melihat kemegahan Istana Bogor di televisi atau pada saat berlibur ke Kota Bogor. Itu pun, menurutnya hanya bisa dilihat dari luar pagar kawasan Istana yang jaraknya cukup jauh. “Acaranya keren, kita sudah nggak sabar ingin cepat masuk,” kata Silvi.

Kegiatan langka

Antusiasme yang sama ditunjukkan pengunjung lainnya, Boni (30) yang sengaja mengambil cuti di tempat kerjanya demi mengikuti kegiatan yang langka itu. “Tadi saya berangkat subuh, soalnya takut jalanan macet dan terlalu siang. Alhamdulillah sampai sini masih pagi,” katanya yang mengaku datang bersama keluarga dari Sukabumi.

Kegiatan Istura dan Museum Open yang digelar setiap tahun menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi memang selalu mengundang antusiasme masyarakat. Ia mengatakan kegiatan tersebut sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-535.

Namun, ia mengakui terjadi penurunan jumlah pengunjung ke Istana Bogor pada beberapa tahun terakhir. Ia menduga penurunan itu salah satunya disebabkan oleh larangan bagi pengunjung memasuki sejumlah kawasan di dalam Istana Bogor sejak 2014.

Ia menyebutkan jumlah pengunjung yang tercatat dalam satu hari sebelum ada larangan itu bisa mencapai maksimal 40 ribu orang. “Meskipun ada larangan itu, antusiasme masyarakat masih tetap tinggi,” kata Shahlan menambahkan.

Penilaian yang sama juga dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya setelah melihat antusiasme pengunjung pada hari pertama pembukaan. Ia menganggap antusiasme para pengunjung tidak pernah surut mengikuti agenda tahunan tersebut, bahkan meningkat dari tahun sebelumnya.

“Meskipun warga tahu sekarang ada pembatasan-pembatasan karena presiden tinggal di sini (Istana Bogor), tapi warga paham dan tetap menikmati untuk masuk ke dalam istana,” kata Bima seusai melepas para pengunjung dari Balaikota Bogor. Kunjungan ke Istura menurutnya bisa memberikan pengetahuan sejarah Indonesia bagi para pengunjung khususnya masyarakat lokal.

Para pengunjung yang akan memasuki area Istana Bogor diminta berkumpul di halaman Balai Kota Bogor. Selain didata, para pengunjung juga akan diperiksa untuk mencegah aksi teror. Dengan alasan yang sama, para pengunjung juga diminta menitipkan barang bawaannya di balai kota termasuk tak diperbolehkan membawa kamera dan telepon seluler.

pikiran-rakyat.com/Image bogordaily.net