70 Pementasan Seni Selama 50 Hari Akan Meramaikan Ajang Bali Mandara Mahalango

70 Pementasan Seni Selama 50 Hari Akan Meramaikan Ajang Bali Mandara Mahalango

Denpasar – Sebanyak 70 pementasan seni akan meramaikan ajang Bali Mandara Mahalango (BMM) di Taman Budaya, Denpasar, yang akan digelar dari 9 Juli 2017 hingga 50 hari ke depan.

“Setiap hari akan menampilkan satu pementasan, khusus pada akhir pekan ada dua pementasan dan berlangsung selama 50 hari,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha saat menggelar pertemuan dengan para kurator dan panitia, di Denpasar, Rabu.

Pembukaan Bali Mahalango dijadwalkan mulai pada 9 Juli 2017 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, dengan menyajikan garapan kolosal musik kolaborasi Pramusti Bali berjudul “Harmoni Gita Nusantara”.

Sementara itu, pengamat sekaligus kurator Bali Mandara Mahalango Prof Dr I Made Bandem mengatakan hadirnya pentas kesenian setelah pelaksanaan Pesta Kesenian Bali tentu semakin menguatkan pemetaan kesenian di Bali.

“Tiga agenda seni terbesar berhasil kita petakan untuk menampung para kreator seni menyajikan karyanya di panggung seni pertunjukan di Bali, yaitu PKB yang diformat berdasarkan peraturan daerah dalam upaya pelestarian dan pengembangan kesenian klasik, sedangkan Mahalango kini hadir memberikan ruang atau menampung kesenian yang lebih populer, ditambah Bali Mandara Nawanatya yang lebih mengarah pada kesenian kotemporer,” ujar Bandem.

Bandem mengemukakan, pada ajang PKB itu porsi kesenian klasik hampir 60 persen, sementara kesenian populer dan kontemporer masing-masing 20 persen, sedangkan Bali Mahalango memberikan kesempatan kesenian populer 60 persen, dan kesenian klasik dan kotemporer masing-masing 20 persen. Untuk pagelaran Bali Nawanatya formatnya kesenian kotemporer 60 persen, sedangkan kesenian populer dan kesenian klasik masing-masing 20 persen.

“Nah yang cukup mengetarkan Bali Mahalango tahun lalu telah menghasilkan karya baru, di antaranya garapan drama musikal oleh ISI Denpasar, dan Wayang Rare Angon dengan menampilkan dalang lebih dari satu. Ini kita patut bangga, greget seniman kita luar biasa,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, tidak salah kalau pemerintah telah memberikan ruang kebebasan kepada para seniman agar mampu menghadirkan karya baru, yang menghibur, dan tentunya sehat ditonton.

Sementara itu, penangung jawab sajian kolosal musik kolaborasi yang juga Ketua Pramusti Bali IGN “Rahman” Murthana menyatakan kesiapan para artis, pelawak yang akan mengisi hajatan pembukaan Bali Mandara Mahalango nanti.

“Pramusti merupakan persatuan, artis, musisi, pencipta lagu dan insan seni. Kali ini kami menggarap sebuah kolaborasi musik dengan mengusung tema yang sangat relevan digaungkan saat ini yaitu momentum semangat nasionalisme kebhinekaan kita,” ucap Rahman.

Garapan tersebut nantinya dibagi menjadi beberapa segmen atau sesi pentas. Setiap pengantar dibagi beberapa segmen dengan menampilkan lawakan Bali yang menyampaikan narasi pentas.

“Kami hadirkan pelawak-pelawak senior seperti Dabdab, Perak, Cedil serta kelompok Topeng Tugek, Carangsari, Badung, dengan harapan gaung pembukaan menghadirkan para pelawak senior tersebut mampu menggetarkan panggung nantinya,” ujarnya.

Sejumlah pengisi acara yang dilibatkan di antaranya Sanggar Palawara, Cahya Art, Drum Percusion, musisi yang tampil adalah Joni Agung & Double T feat Genjek Masekepung dan sejumlah artis Pramusti Bali lainnya.

“Selain memanfaatkan momentum nasionalisme, juga mengapresiasi sesepuh musisi Bali, almarhum IGP Wedhasmara. Beliau adalah musisi pencipta lagu yang sudah menasional. Untuk mengapresiasi Beliau, maka kami akan bawakan lagu-lagu ciptaannya, dan kita bangga memiliki musisi yang melegenda,” ujar Rahman.

antaranews.com/Image Bali Bintours