Sambut Ramadhan, Karnaval Dugderan Akan Digelar di Semarang

Sambut Ramadhan, Karnaval Dugderan Akan Digelar di Semarang

SEMARANG –  Acara tradisi tahunan menyambut datangnya bulan Ramadan di Kota Semarang, akan kembali digelar dengan menyajikan karnaval Dugderan dengan mengambil tema ‘Dugderan Meneguhkan Tekad Meraih Semarang Hebat’.

Pemkot Semarang bersama Pengurus Masjid Kauman, Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Pemprov Jawa Tengah siap kembali menyelenggarakan prosesi Dugderan.

Sebanyak 12.000 orang akan terlibat ikut tampil memeriahkan prosesi Dugderan yang akan diawali di Lapangan Simpanglima pada Rabu mendatang (24/5) dan disusul Kamis (25/5) di Halaman Balaikota Semarang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri mengatakan tema karnaval Dugder tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya dan tahun ini dengan mengusung ‘Dugderan Meneguhkan Tekad Meraih Semarang Hebat’.

Tema itu, lanjutnya, mengandung banyak arti agar seluruh warga Kota Semarang menyatukan hati meneguhkan tekad untuk bersama-sama membangun Kota Semarang menuju Semarang Hebat serta masyarakat yang semakin sejahtera.

Menurutnya, prosesi Dugderan di awali dengan Karnaval di Simpanglima mulai pukul 06.00 WIB dengan peserta anak-anak TK, SD/MI, SMP/MTs. Mereka akan menampilkan aneka ragam seni tradisional yang unik di antaranya pasukan warak, kesenian lokal, kembang manggar, drum band, pasukan Bhinneka Tunggal Ika, visualisasi tari dan kera ekor panjang serta seni olah raga sepeda roda satu.

“Rute yang dilalui dari Lapangan Simpanglima menuju Jalan Pahlawan dan berakhir di Taman Menteri Supeno (Taman KB),” ujarnya.

Sementara karnaval yang diselenggarakan di Halaman Balaikota, akan diikuti pasukan Drumband PIP, Pasukan Muhammadiyah, NU, Kementerian Agama, siswa-siswi SMA/SMK, Perguruan Tinggi di Kota Semarang, Hotel dan Perusahaan, Organisasi Kepemudaan, Komunitas seniman lainnya, 16 Kecamatan se-Kota Semarang, Bendi Hias dan Kereta Kencana yang akan dinaiki oleh Walikota Semarang selaku Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat beserta Ibu.

“Karnaval  mulai dari Balaikota pukul 12.15 WIB melewati Jalan Pemuda menuju Masjid Kauman Semarang dan berakhir di Jln Kolonel Sugiyono. Rombongan Walikota sesampainya di perempatan jalan menuju Masjid Kauman akan disambut dengan berbagai kesenian dari Masjid Kauman dan kaum difabel,” tuturnya.

Puncak prosesi karnaval dugder dengan penyerahan Suhuf Halaqoh dari alim ulama Masjid Kauman kepada Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat untuk dibacakan kepada seluruh warga Kota Semarang.

Setelah pembacaan Suhuf Halaqoh dilanjutkan dengan pemukulan bedug yang disertai suara meriam yang menjadi asal mula kata Dugderan.

Sebelum meninggalkan prosesi Masjid Kauman, Walikota akan membagikan makanan Ganjel Rel serta air khataman Al- Quran kepada para pengunjung. Makna dari makanan Ganjel Rel adalah bahwa manusia menjelang puasa ini harus bisa menata hati, hal-hal yang merasa ngganjel (perbuatan jelek) harus direlakan dan ditinggalkan. Supaya hati bersih maka diberi minuman air bersih yaitu air khataman Al-Quran.

Selanjutnya, Walikota beserta rombongan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) melalui Jln Kartini. Sesampainya di Jl Jolotundo akan disambut dengan berbagai kesenian dari Kecamatan Semarang Timur, Genuk, Gayamsari, Drumband AMNI serta kesenian lain yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan juga MAJT.

Dalam acara di MAJT itu, penyerahan Suhuf Halaqoh yang dibawa Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat dari Masjid Kauman diserahkan kepada Raden Mas Tumenggung Probohadikusuma yakni Gubernur Jawa Tengah untuk diumumkan kepada seluruh warga Jawa Tengah.

Kabag Humas dan Protokol Pemkot Semarang, Achyani mengatakan selama prosesi karnaval Dugderan Jalan Pemuda hingga Paragon Mall akan ditutup sekitar pukul 12.00 WIB hingga acara selesai.

semarangpedia.com/Image BeritaJateng