Perpaduan Budaya Betawi di Cap Go Meh

Perpaduan Budaya Betawi di Cap Go Meh

Komunitas Seni Budaya Indonesia Kreatif bersinergi dengan Kementerian Pariwisata RI menggelar Festival Seni Budaya Nusantara 2017, dengan tema Indonesia Bersatu dalam Cita dan Rasa. Acara pentas budaya di Taman Wisata Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu, 26 Februari 2017 ini berlangsung meriah dan heboh. Ini adalah bagian dari event wisata religi dalam rangkaian Cap Go Meh 2017.

“Acara dimulai pukul 05.30-22.00 WIB ini diawali dengan Persembahyangan dan Doa untuk perdamaian dan kesatuan bangsa. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan pelepasan hewan di antaranya 2.000 burung, 90 kilogram belut, 50 kilogram ikan lele dan kura-kura,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti.

Tak lama berselang, event yang didatangi ribuan orang sejak pagi hari dilanjutkan dengan senam massal yang diikuti 600 peserta, pertunjukan barongsai, liong, tarian nusantara, keroncong tugu, gambang kromong, topeng Betawi, dan lenong Betawi. “Setelah berbagai pertunjukan, kemudian dilanjutkan dengan wisata kuliner makanan khas Lontong Cap Go Meh bersama. Acara ini ditargetkan didatangi 20 ribu orang dengan transaksi sebesar Rp 2 miliar,” sambung Esthy.

Ketua Pelaksana Cap Go Meh, Widjanarko menambahkan, ada yang berbeda dengan perayaan kali ini. Selain menyajikan budaya dan seni Tiongkok, juga menonjolkan kebudayaan Betawi.”Perayaan Cap Go Meh hari ini kita sengaja menonjolkan kebudayaan nusantara, khususnya Betawi. Karena memang ada perpaduan antara budaya Betawi dengan budaya Tionghoa,” kata Widjanarko.

Widjanarko menambahkan, ini merupakan acara yang digelar untuk kedua kali ini. Yang pertama digelar di kawasan Glodok, Jakarta Barat juga berlangsung meriah. “Tahun lalu kita banyak dibantu pengusaha-pengusaha. Tahun ini kita dibantu Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari segi materi acara,” pungkas Widjanarko.

Acara ini turut dihadiri Pemda DKI Jakarta diwakili Asdep Bidang Pariwisata  H. Eldi dan Asdep Bidang Budaya Usmayadi, Walikota Jakarta Utara diwakili Seko dan Kasudin Parbud DKI Matnasir dan Bidang Promosi Wisata Budaya, Asdep Segmen Pasar Personal, Kadis Parbud diwakili Kabid Seni Budaya Ahmad Yani, Kepala Pengelola Taman Kota Waduk Pluit Indra, Camat, Kapolsek, Danramil Penjaringan, dan Lurah Pluit.

nasional.indopos.co.id/Image Infojakarta