Indahnya Pesona Jam Gadang di Malam Hari

Indahnya Pesona Jam Gadang di Malam Hari

Sejak bertahun-tahun silam, Jam Gadang dikenal sebagai ikon Kota Bukittinggi di Sumatera Barat.

Lokasinya yang berada tepat di jantung Kota Bukittinggi, ‎membuat Jam Gadang menjadi magnet yang wajib dikunjungi para wisatawan.

‎Memasuki musim libur long weekend, Natal hingga pergantian tahun 2017 nanti, wisatawan baik lokal maupun mancanegara banyak yang berlibur ke Jam Gadang.

Mulai dari pagi, siang, hingga malam hari, jam gadang akan terus ramai disinggahi wisatawan yang terpesona dengan gagahnya jam gadang setinggi 26 meter.

Tidak ada batasan waktu dan retribusi untuk mengunjungi jam gadang. Bagi wisatawan yang tidak ingin panas-panasan dibawah terik matahari, bisa memilih berkunjung di malam hari.

Jangan salah, jam gadang di malam hari nyatanya lebih mempesona, indah dan megah. Adanya pancaran lampu warna warni membuat suasana di jam gadang menjadi romantis.

Udara sejuk, semilir angin hingga ‎temaram bulan makin menjadi magnet mengapa banyak wisatawan memilih berkunjung di malam hari.

Untuk diketahui, jam gadang dalam Bahasa Indonesia ‎memiliki arti jam besar. Jam ini didirikan tahun1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, Sekretaris Kota Bukittinggi saat pemerintahan Hindia Belanda.

Sejak dibangun, posisi jam gadang tidak pernah berubah. Sama seperti Monas, menara jam gadang juga bisa dinaiki pengunjung, namun tidak sembarangan orang bisa bebas naik ke menaranya.

Dulu memang wisatawan bisa menikmati dan memandang susana Kota Bukittinggi dari atas menara. Mengingat usia jam gadang yang makin tua, tidak sembarangan wisatawan boleh naik ke menara, mereka harus meminta izin tertulis‎‎.

Puas menikmati keindahan dan sejarah jam gadang, wisatawan bisa juga berkunjung ke Goa Jepang serta berbelanja maupun kuliner.

Di areal taman jam gadang, banyak ditemui penjual mainan anak, baju, hingga makanan. Kalau kurang puas, bisa berjalan kaki ke ‎Pasar Atas, Pasar Bawah.

Disana wisatawan bebas membeli souvenir hingga kuliner serta oleh-oleh beragam keripik balado khas Sumatera Barat.

tribunnews.com