Aceh Memiliki Daya Tarik di Sektor Wisata Religi

Aceh Memiliki Daya Tarik di Sektor Wisata Religi

Menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Aceh, Pemerintah setempat disarankan untuk lebih menggenjot lagi promosi di sektor wisata religi, karena Aceh sebagai daerah syariat Islam memiliki nilai jual lebih terutama bidang wisata Islami.

Saat ini Negara yang paling mendominasi dalam kunjungan wisata ke Aceh yaitu dari Negeri Jiran Malaysia, namun sejumlah negara dari Timur Tengah yang notabenenya adalah muslim, masih kurang tertarik dengan daerah Serambi Mekkah ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Aceh,  Wahyudin mengatakan sepanjang bulan Januari hingga November 2016 kunjungan wisatawan manca negara (Wisman) ke Aceh meningkat sebanyak 61,48 persen.

Dari angka tersebut yang paling mendominasi adalah wisatawan asal Malaysia yaitu sebanyak 2.642 orang, kemudian disusul wisatawan Tiongkok, Amerika Serikat, dan Filiphina.

Menurut Mahyudin, Aceh memiliki wisatata alam yang juga menjadi modal untuk menarik wisatawan kunjungan wisatawan, namun tidak kalah penting jika pemerintah Aceh juga melirik pada pengembangan wisata religi, karena ada berbagai lokasi wisata dengan nuasa religinya yang sudah menjadi daya tarik wisatawan baik lokal bahkan manca negara, salah satunya adalah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

“jadi yang kita kembangkan itu wisata religi, namun jika berbicara tentang wisata alam, kita rasa belum begitu berkembang. Di Aceh ini kan terkenal dengan nuasa syariat Islam, jadi perlu kita kembangkan lagi agar menarik minat wisatawan bukan hanya dari Malaysia saja, namun juga dari negara-negara timur tengah,” kata Wahyudin, Minggu (4/12/2016).

Dia juga menyebutkan, Aceh memiliki banyak lokasi wisata yang dapat dibalut dengan nuansa religi, bahkan ada beberapa tempat yang sudah mendapatkan penghargaan seperti Masjid Raya Baiturrahman dan Bandara Sultan Iskandar Muda. Menurut Wahyudin tidak hanya di lokasi itu saja, namun beberapa tempat lainya juga layak untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisatawan.

Berbicara soal wisata Islami, mungkin tidak hanya sejenis bangunan yang bisa ditonjolkan, tapi dari segi kuliner, budaya dan adat istiadat juga menjadi daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke Aceh.

“Mungkin pemerintah bisa menggenjot lagi promosi wisata religi agar tidak hanya wisman asal Malaysia saja yang berkunjung, karena kita lihat wisman Malaysia itu hampir 85 persen. Namun wisman dari Brunai serta dari negara-negara Muslim lainya juga bisa berkunjug ke Aceh, karena Aceh tidak kalah saing dengan daerah-daerah lain. Aceh memiliki nilai lebih di sektor wisata Islami,” pungkasnya.

rri.co.id/Image wisatakusahabatpelangi.blogspot.co.id