Launching HJT ke-766 dan Penandatanganan MoU Segitiga Emas

Launching HJT ke-766 dan Penandatanganan MoU Segitiga Emas
Launching logo Hari Jadi Ternate (HJT) ke- 766 tahun 2016 dengan mengangkat tema menghargai masa lalu, membangun masa depan yang mendunia ditandai dengan pemukulan tifa oleh walikota Ternate Burhan Abdurahman, walikota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim, Bupati Halmahera Barat (Halbar) Dany Missy dan Deputi Pengembangan Destinasi Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI Dadang Riski Ratman.
Lanjukan Penandatanganan nota kesepahaman atau mememorandum of Understading (MoU) segitiga emas antara Pemerintah kota Ternate, Pemerintah kota Tidore Kepulauan,  Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang diwakili Deputi Destinasi Industri Pariwisata. di Bidang Pariwisata dan Perdagangan antara tiga daerah, yang berlangsung di benteng Fort Oranje, Minggu (20/11).
Hadir juga Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia JKPI Nanang Asfarinal, Kolano Masoa Kesultanan Ternate Sjarifuddin Sjah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) kota Ternate dan seluruh pimpinan SKPD dilingkup Pemkot Ternate.
Dalam pecanangan kegiatan untuk memeriahkan HJT ke-766 ini, PKK kota Ternate malekukan festival kuliner berbagai aneka kuliner kue dan makanan khas kota Ternate. Selain kota Ternate, kota Tidore Kepulauan dan Kebupaten Habar juga menampilkan berbagai aneka makan dan minuman khas daerah masing-masing untuk memeriahkan HJT ke-766.
Bupati Halbar Danny Missy dalam sambutannya menjelaskan di tahun 2017 Pemkab Halbar akan menggelar festival budayakepulauan rempah-rempah, dan festival ini Halbar yang menjadi tuan rumah pertama dan rencananya akan dilaksanakan pada Maret hingga April agar untuk mengembalikan sejarah Maluku Keiraha bahwa jaman dahulu Maluku Kieraha terkenal dengan rempah-rempah, Maluku Kieraha banyak didatangi bangsa lain untuk menguasai Maluku Kieraha karena rempah-rempah Inilah yang menjadi dasar kami melakukan festival kepulauan rempah dengan target kami ingin mengembalikan sejarah sehingga kita bisa menghormati sejarah adat budaya, yang telah dicanangkan oleh para pendahulu kita sehingga tiga kepala daerah ini berkomitmen  untuk kita kembangkan,  katanya.
Selanjutnya, festival Kepulauan rempah ini akan diroadshow Halbar pertama dan selanjut dua walikota yakni walikota Ternate dan Tidore kepulauan merembuk apakah tahun berikut dilaksanakn di kota Ternate atau di kota Tidore pada tahun 2018 tapi 2017 dilaksanakan di Halbar.
Untuk, dibutuhkan dukungan dari Deputi Pengembangan Destinasi Industri Pariwisata. “Jadi ini kita lakukan, saya yakin dan percaya dunia di luar akan melihat dan merekam akan mereviuw kembali sejarah ini, dan saya yakin pasti banyak akan datang di Malut untuk melihat festival kepulauan rempah karena peninggalan mereka ada di kota Ternate, Tidoer dan di Halbar. Saya juga menghimbau kepada dua rekan saya agar mensuport kegiatan ini,” harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan walikota Tikep Ali Ibrahim. Dia  memberikan apresiasi dan terima kasih kepada walikota Ternate yang telah mengundang kota Tidore kepulauan untuk terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan HJT ke-766, ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari kerjasama segitiga emas yang ditandatangani antara tiga daerah pada Agustus 2016 lalu.
HJT ke-766 ini patut mendapat dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tiga daerah tersebut. “Insya-Allah jika kita tercapai dalam kerjasama dan bergotong royong maka seluruh program dan kegiatan yang dicanangkan dimasing-masing pemerintah daerah dan program dari pemerintah pusat akan kita selesaikan bersama”, ungkapnya.
Sementara walikota Ternate Burhan Abdurahman dalam sambutannya mengatakan daerah Maluku Kieraha ini sudah mendunia sejak ratusan tahun lalu yang terkenal dengan rempah seperti cengkeh, pala dan lainnya. Olehnya itu, ini menjadi tanggungjawab dan kewajiban kita pada saat ini untuk mengembalikan kejayaan Maluku Kieraha ini, segitiga emas yang kita tandatangi pada 15 Agustus lalu kita fokus pada pertanian, pariwisata dan perikanan dan diawal kerjasama segitiga emas ini masyarakat sudah mulai sedikit merasakan manfaat dari ada sinergitas di tiga daerah ini. Di Ternate yang merupakan pusat jasa dan perdagangan di provinsi Malut hampir sebagian besar kebutuhan sehari-hari masyarakat di daerah ini didatangkan dari luar kota, sayur mayur didatangkan dari Surabaya, Bitung, Tomohon dan Manado numn ketiga kita melaksanakan penandatanganan kerjasama segitiga emas ini secara berangsur kita mulai mengalihkan ketergantungan kita di daerah lain masuk ke daerah kita sendiri. “ ujarnya.
Menurutnya beberapa bulan lalu bersama walikota Tidore dan Bupati Halbar melaksanakan panen sayur kol kurang 100 ribu buah di Halbar , kemudain pada saat panen langsung dibeli oleh pengusaha sayur di Ternate yang biasanya mendatangkan dari luar Ternater, itu berarti pada hari itu juga milliaran rupiah sudah masuk di petani yang ada di Halbar.
Menurut walikota, kegiatan seperti itu terus kita lakukan sehingga peredearan uang selama ini lari keluar daerah Malut maka kita berusaha untuk berputar di daerah Malut, maka akan meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di daerah ini.
Diwilayah Halbar dan Tidore Kepulauan tersedia potensi yang cukup luas kemudian di Ternate sebagai pusat jasa dan perdagangan akan menampung berbagai produksi pertanian dari UMKM yang ada di daerah ini bahkan di provinsi Malut. “Kami memang baru memulai kerjasama di tiga daerah ini, tetapi ini bukan berarti kami tidak bekerjasama dengan Kabupaten lain di provinsi Malut kita akan terus merajut kebersamaan ini sampai seluruh Kabupaten di Malut ini menjadi satu membangun Malut kedepan menjadi lebaik,” jelasnya.
Sedangkan, Deputi Pengembangan Destinasi Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Riski dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mendukung program kerjsama segitiga emas antara Ternate, Tidore, dan Halbar. “Kita harus kompak untuk terus membangun daerah di Malut ini sehingga jangan bosan-bosan untuk terus mempromosikan wisata lewat media massa baik cetak maupun elektronik, sehingga menarik wisatawan untuk datang ke tiga daerah tersebut,” singkatnya.
beritalimamenit.com/Image gamalamanews.com