Kecerian Undangan di Puri Agung Gianyar

Kecerian Undangan di Puri Agung Gianyar

Nara Sumber Workshop Kajian Budaya yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Budaya Bali dan Pemerintah Gianyar dijamu oleh Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata di Kediaman Puri Agung Gianyar.

Nara Sumber yang hadir, yaitu Prof. Goh Beng Lan dari National University of Singapura, Prof. Yekti Maunati dari LIPI dan  Prof. Ardana kepala Pusat Studi Budaya Bali yang menjadi ‎tuan rumah mendampingi nara sumber. Hadir juga Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal serta kepala SKPD dan tokoh masyarakat serta budayawan yang ada di Gianyar.

Makan malam yang diselingi dengan diskusi ringan di pendopo Puri Agung Gianyar diiringi oleh bunyi instrumen musik gamelan . Makanan ringan khas Gianyar Sebelum makan malam meramaikan hidangan dari malam Jamuan ini.

Dalam diskusi, Prof. Ardana sangat serius mendorong Gianyar menjadi Kota Pusaka Dunia dengan mengajak dan melihat sejarah masa lalu dari kerajaan-kerajaan yang dulunya ada di pulau Bali dan hubungan dengan kerajaan Majapahit.

Untuk itu tema yang diusung yaitu Warisan Trans Budaya Berbasis Keharmonisan. ‎Prof. Beng Lan mendukung apa yang disampaikan oleh Prof. Ardana. Beng Lan memberikan contoh bagaimana pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia untuk Jalan Sutra yang meliputi kawasan lintas negara. Hal itu dikuatkan oleh Asfarinal yang baru pulang dari Ternate dan Tidore yang sedang mempersiapkan diri mengusung Jalur Rempahnya.

Diskusi ringan tersebut mendapat respon dari Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata yang tertarik akan sejarah hubungan antara Majapahit dan kerajaan yang ada di Bali. Karena keberadaan Majapahit berperan besar lahirnya bukti-bukti dari mahakarya seperti Negara Kertagama dan hubungan sosial masyarakat di Bali.

Begitu juga cerita kebesaran dari Udayana dan cerita kebesaran sejarah masa lalu serta juga beberapa kejadian yang menjadi pendukungnya. Untuk itu bupati meminta kajian lebih dalam lagi kepada Tim Ahli yang dikomandoi oleh ‎prof. Windia.

img_0661Setelah diskusi dan dilanjutkan makan malam, para tamu diajak melihat tarian tradisi Bali. Dengan latar belakan candi bentar para penari mengajak para tamu berinteraksi dengan menari bersama. Tampak keceriaan dari para tamu yang diundang oleh Bupati Gianyar menikmati hidangan khas Bali dan menyaksikan tarian khas Bali.