Pemerintah Pusat Dukung Denpasar Tuan Rumah OWHC

Pemerintah Pusat Dukung Denpasar Tuan Rumah OWHC

Kota Denpasar masuk jaringan Kota Pusaka Dunia. Ini berarti ibukota Provinsi Bali ini menjadi Warisan Kota Pusaka.

Predikat itu mengantarkan Kota Denpasar mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Strategic Meeting Organitation World Heritage City (OWHC) Agustus 2016. Kegiatan ini didukung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Kemenko PMK) .

Deputi Kebudayaan Kemenko PMK, Rabu (27/7), mengundang Pemkot Denpasar menghadiri pembahasan persiapan strategic meeting OWHC di Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar A.A. N. Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar Rai Mantra. Rai Iswara didampingi Kadis Pariwisata Wayan Gunawan, Kabag Kerja Sama Setda Kota Denpasar Dewa Made Ariawan, dan Plt. Kadis Kebudayaan Ni Nyoman Sujati.

Rapat dipimpin Deputi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK, Haswan Yunaz. Hadir beberapa pejabat kementerian serta Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama Denpasar masuk dalam jajaran OWHC, dengan kegiatan saat ini yang menjadikan Denpasar sebagai pusat pertemuan strategic meeting OWHC,” ujar Deputi Haswan Yunaz.

Langkah Wali Kota Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara beserta jajaran serta masyarakat Kota Denpasar diapresiasi Haswan Yunaz. Pemkot Denpasar dinilai telah berkomitmen menjaga, melestarikan berbagai warisan pusaka.

Masuknya Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka Dunia setelah Kota Solo bukan langkah mudah. Ini menjadi tantangan dalam upaya pelestarian.

Ada 21 negara anggota Komite Warisan Dunia (Word Heritage Commite), termasuk Indonesia, Republik Korea, Jamaika, Filipina dan Vietnam. Word Heritage Commite ini merupakan lembaga di bawah UNESCO. Tugasnya mengadakan persidangan dalam rangka penilaian usulan warisan dunia.

Manfaat masuknya Kota Denpasar dalam jaringan Kota Pusaka Dunia antara lain meningkatkan citra Indonesia di mata Internasional, mendapatkan perhatian badan internasional, dan meningkatkan promosi pariwisata.

Hal ini tentu menjadi salah satu program Sustainable Development Goals 2030. Variabel targetnya, meningkatan upaya perlindungan dan menjaga warisan alam dan budaya dunia.

Itu pun menjadi salah satu kategori Pilar Kota Berkelanjutan 2015-2045. Misinya mewujudkan kota layak yang aman dan nyaman, kota hijau dan kota cerdas.

“Kami harapkan kota-kota di Indonesia yang telah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia dapat melakukan studi banding dan bertukar pikiran dengan Kota Denpasar terkait dengan langkah-langkah yang telah dilakukan,” ujarnya.

Sekda Kota Denpasar Rai Iswara mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan dan persiapan pertemuan OWHC Asia Pasific yang diikuti 41 jaringan kota pusaka dari sembilan Negara, 7-10 Agustus 2016, di Hotel Bali Beach Sanur. Pembahasan pertemuan juga telah melibatkan Sekretariat Regional OWHC Asia-Pasifik, Ja-Hyun Jang.

Ja-Hyun Jang hadir di Kota Denpasar serta bersepakat dalam strategic meeting akan membahas keterlibatan generasi muda (youth networking) untuk dapat memahami pentingnya pusaka budaya.

Rai Iswara juga menjelaskan terdapat dua Kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Dunia, yakni Kota Denpasar dan Kota Solo. Kota Denpasar diyakinkan siap melaksanakan pertemuan tingkat Internasional.

“Kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat dan seluruh masyarakat Kota Denpasar dalam menyukseskan pertemuan tersebut. PUR/HUMAS DENPASAR

sanurpost.com