Surabaya Gelar Tujuh Festival Andalan “Konferensi Perkotaan PBB”

Surabaya Gelar Tujuh Festival Andalan “Konferensi Perkotaan PBB”

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menggelar tujuh festival andalan untuk memeriahkan agenda Preparatory Committee III for UN Habitat di Surabaya pada 25-27 Juli 2016.

Sebab, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sengaja ingin mempromosikan seluruh pesona Kota Surabaya kepada ribuan peserta yang akan hadir pada acara internasional itu. “Konkretnya, kami menyiapkan tujuh festival andalan kami di Surabaya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati, Jumat, 15 Juli 2016.

Menurut Wiwiek, beberapa festival yang digelar itu merupakan festival andalan Pemerintah Kota Surabaya dan biasanya digelar saat Hari Jadi Kota Surabaya. Namun ada pula festival yang tidak masuk agenda Hari Jadi Kota Surabaya dan sudah pernah digelar sebelumnya, seperti Festival Bulak, yang digelar sekitar April lalu. “Dengan berbagai festival ini, diharapkan mereka ada kesan selama berada di Surabaya, sehingga mereka tertarik untuk kembali lagi,” tuturnya.

Adapun ketujuh festival itu, pertama, Festival Layang-layang Internasional di Pakuwon City yang akan digelar pada 23-24 Juli 2016. Pada acara ini, ada pameran layang-layang yang akan diikuti oleh beberapa negara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Swedia, dan Macau. Ada juga workshop untuk siswa sekolah menengah atas di Surabaya, aeromodelling, dan bazar layang-layang.

Kedua, Festival Tunjungan dan Fashion on the Street di sepanjang Jalan Tunjungan pada 25-27 Juli 2016. Dalam festival ini, ada acara Remo Mackup, Massa Remo Tari, Mode di Jalan, dan Mini Uleg Festival Rujak.

Ketiga, Festival Lampion Kalimas di Sungai Kalimas Monkasel-Taman Ekspresi pada 24-29 Juli 2016. Dalam festival ini, ada acara Kalimas Riverfront Tour, Dragon Boat Rowing Balap, Dekorasi Boat, dan Mode Parade.

Keempat, Festival Bungkul di Taman Bungkul pada 24-29 Juli 2016. Dalam acara ini, ada penampilan Permainan Anak Tradisional, Kayu Sandal & Sack Balap, Keroncong Musik Tradisional, dan musik jazz.

Kelima, Festival Jayengrono di Taman Jayengrono JMP pada 24-29 Juli 2016. Dalam festival ini, ada acara Permainan Anak Tradisional, Egrang & Engkle, Patroli Musik Tradisional, dan Kinerja Jalan Musisi.

Keenam, Festival Mangrove di Eko Wisata Mangrove Wonorejo pada 24-29 Juli 2016. Akan ada Pameran Batik dan Mangrove Produk, juga Kinerja Perkusi Musik.

Ketujuh adalah Fetival Bulak di Sentra Ikan Bulak pada 24-29 Juli 2016. Akan ada acara The Sailing Boat Race, Seafront Jazz, dan obyek wisata Api Pernapasan, Melody of Kenjeran” The Dancing Fountain”, dan Bulak Barbeque.

travel.tempo.co/kfk.kompas.com