Jerman Adakan Pameran Budaya Dunia di Borobudur

Jerman Adakan Pameran Budaya Dunia di Borobudur

Pemerintah Jerman menyelenggarakan pameran budaya dunia di pendopo pintu gerbang Candi Borobudur di Kabupaten Magelang pada 12 Oktober – 1 November 2015.

Pameran yang dibuka, Senin, oleh Kepala Kebudayaan dan Bagian Informasi Kedutaan Jerman, Mr Jorg Kinnen tersebut digelar sebagai bagian dari program pelestarian kebudayaan dari Pemerintah Jerman.

Selain di Borobudur, katanya pameran ini sebelumnya juga digelar di Galeri Seni Kunstkring (17-26/9) dan setelah dari Borobudur bakal digelar di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya pada 9 hingga 27 November 2015.

Pada pameran tersebut menghadirkan prototipe dari 13 proyek pelestarian kebudayaan dunia, antara lain tentang restorasi Candi Borobudur, pelestarian naskah tulisan tangan kuno di Timbuktu, Mali dan restorasi bazaar kuno Erbil di Irak serta lainnya.

“Ada juga dari Brasil, Maroko, Palestina, Mongolia, Myanmar, Afrika dan lainnya,” katanya.

Proyek-proyek tersebut, kata Jorg, bertujuan untuk memberikan gambaran warisan budaya yang tersebar di seluruh dunia agar dilindungi dan dilestarikan secara bersama-sama.

“Pameran ini, pada prinsipnya untuk memperlihatkan proyek-proyek yang berupaya melestarikan aset-aset kebudayaan yang bersejarah pada negara-negara di seluruh dunia sekaligus menyoroti pelestarian warisan budaya Jerman di luar negeri,” katanya.

Menurut dia program pelestarian kebudayaan ini dimulai tahun 1981 dengan tujuan untuk melestarikan warisan budaya di seluruh dunia. Selain itu agar situs-situs bersejarah dunia dapat dengan mudah diakses oleh para generasi muda.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) yang diwakili Kepala Pokja, Humas dan Perizinan BKB, Panggah Ardiansyah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi memilih Candi Borobudur sebagai salah satu lokasi pameran sekaligus tempat penelitian.

“Di Candi Borobudur, proyek kolaborasi ini sudah berjalan sejak tahun 2011 setelah erupsi Gunung Merapi 2010. Program diawali dari perhatian pemeritah Jerman untuk mengatasi dampak erupsi. Ke depan, kami sangat berharap kerja sama penelitian jangka panjang serta peningkatan kapasitas SDM konservator di Balai Konservasi Borobudur,” katanya.

antaranews.com