Kande Kandea di Acara Kongres JKPI

Kande Kandea di Acara Kongres JKPI

Siang itu para gadis-gadis memperbaiki dandannya. Mempersiapkan nampan-nampan berisi makanan di depan mereka. Mereka memakai baju adat kombo wolio khusus untuk para gadis perawan yang belum menikah. Sanggul khas di kepalanya sebagai penanda bahwa mereka adalah gadis-gadis yang belum menikah. Di masa lalu acara kande-kandea juga disebut sebagai acara muda-mudi. Ajang saling kenal dan bercengkrama dengan gadis. Nampan-nampan itu hanya boleh dijaga oleh anak gadis yang belum menikah. Saat acara ini berlangsung para pemuda disilakan untuk duduk di depan para gadis tersebut. Meminta makan dan disuapi. Disinlah ajang para pemuda untuk mendekati perempuan yang dia sukai.

Mereka memperbaiki susunan makanan yang ada di depannya. Menata piring-piring dan gelas-gelas untuk para tamu yang akan duduk di depan mereka. Acara ini adalah acara Kande-kandea yang dalam arti bahasa wolio makan-makan. Acara ini biasanya diadakan untuk menyambut tamu, merayakan acara adat. Kali ini kande kandea diadakan dalam rangka menyambut acara Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia Ke III.

Siang sudah menjelang. Jarum jam menunjukkan pukul 10, Baruga Mesjid Keraton dipenuhi oleh para muda- mudi berpakaian adat. Ada yang berpakaian untuk tari-tarian. Ada juga yang khusus untuk menampilkan baju-baju adat Wolio (Buton). Kesemuanya ini tampak sudah dipersiapkan oleh panitia dengan serius sehingga acara makan makan ini berjalan lancar dan meriah, walaupun kota Bau-Bau kemarin malam diguyur hujan namun beruntungnya kande-kandea ini didukung cuaca yang sangat cerah.

Kande kandea pada acara Kongres JKPI Ke III diikuti oleh seluruh delegasi peserta kongres dari 31 lebih kota anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia, dilaksanakan pada tanggal 27 mei di pelataran parkir baruga masjid keraton wolio yang berada di tengah benteng keraton, benteng yang menjadi kebanggaan masyarakat Bau-Bau karena memiliki luas sekitar 3000 meterpersegi. Acara ini dimulai pukul 1.30 tepat setelah selesainya pembukaan kongres dan seminar best practice yg di hadiri oleh menteri pariwisata republik indonesia Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

Para peserta kande kandea tampaknya sangat menikmati seluruh prosesi makan makan dan terlihat sangat puas. Mereka tidak hanya memuji para gadis gadis cantik berbaju adat  yang sangat ramah menawarkan semua jenis makanan khas buton yang ada di depan nya, tetapi juga rasa masakan yang mempunyai cita rasa tinggi, selain itu para peserta juga memberikan acungan jempol pada seluruh panitia yang terlibat. Mereka sangat senang dengan perjamuan ini. Semoga acara seperti ini tetap terjaga dan lestari sebagai wujud dari semangat memelihara warisan turun menurun yang mempunyai nilai pusaka budaya sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar masyarakat Baubau pada Umumnya./hied