Pembangun Museum di Kawasan Kota Lama Sawahlunto

Pembangun Museum di Kawasan Kota Lama Sawahlunto

Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terus berupaya melestarikan sejarah dan budaya di kota itu, salah satunya dengan membangun museum-museum di seputaran kawasan kota lama.

Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ismed di Sawahlunto, Kamis, mengatakan pembangunan museum tersebut tidak hanya menampilkan benda-benda bersejarah, tapi juga menampilkan sejarah perjalanan daerah itu, mulai dari dibangunnya kota itu oleh pemerintah kolonial Belanda, hingga perkembangannya menjadi kota wisata.

“Salah satu motivasi pemerintah dalam membangun museum adalah adanya keragaman budaya yang diharapkan bisa menjadi perekat rasa persatuan dan semangat cinta Tanah Air,” katanya.

Menurutnya, dari beberapa museum yang ada di kota itu, Museum Goedang Ransum merupakan salah satu museum yang memiliki nilai sejarah, budaya dan teknologi yang khas dan menjadi bukti nyata bagaimana pemanfaatan kemajuan teknologi memasak dalam skala besar dengan teknologi uap panas, sudah hadir di Sawahlunto sejak awal abad ke-20.

“Fakta tersebut dapat dilihat dari setiap bagian bangunan dan peralatan yang digunakan,” ujarnya.

Sejak berdirinya, jelas dia, museum itu dimanfaatkan sebagai fasilitas dapur umum sesuai dengan kebutuhan pada masanya. Pada tahun 1945, tempat itu digunakan untuk memasak dan memenuhi kebutuhan para tentara Indonesia yang tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

“Lalu pada tahun 1948 bangunan dan fasilitas yang tersedia didalamnya dimanfaatkan untuk memasak makanan bagi tentara KNIL,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini pada ruang pameran utama yang dulunya adalah ruang tempat memasak, dipamerkan benda-benda koleksi peralatan masak yang serba besar dengan sistem uap panas dari “steam generator” yang unik.

Pengunjung juga dapat menyelami “Sawahlunto tempo dulu” melalui galeri foto yang menyajikan berbagai tema.

“Melalui foto-foto itu, tergambar cukup jelas perjalanan panjang kota ini dari masa ke masa,” kata dia.

Disamping itu, lanjutnya, Museum Goedang Ransum juga menyajikan keragaman etnis dan budaya melalui galeri etnografi yang menghadirkan berbagai benda yang pernah digunakan masyarakat.

Ia mengatakan, upaya yang dilakukan itu juga mendapat penghargaan dari Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk kategori Pemerintah Kota Peduli Museum, pada tahun 2014. Sawahlunto juga diusulkannya menjadi cagar budaya warisan dunia ke UNESCO

“Hal ini membuktikan komitmen pemerintah bersama-sama dengan masyarakatnya dalam mengembangkan museum sebagai sarana pengenalan nilai sejarah dan budaya kepada generasi penerus,” kata dia.

antaranews.com