JKPI Gelar Jelajah Kota Pusaka di Solo

JKPI Gelar Jelajah Kota Pusaka di Solo

Ratusan peserta dari 51 Kabupaten Kota se-Indonesia bakal mengikuti kegiatan Jelajah Kota Pusaka di Solo,  15-17 Mei 2015. Kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi Pemerintah kota Surakarta, dalam kerjasama anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia, (JKPI).

Jelajah kota pusaka ini melibatkan sekitar 130 peserta, meliputi perwakilan dari 51 kota/kabupaten anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) juga delegasi dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), akademisi, serta pemerhati kota pusaka,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Ruang, Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Surakarta Nunung Setyo Nugroho di Balaikota.

Dalam kegiatan tersebut beberapa heritage di kota bengawan akan dikunjungi, diantaranya Dalem Doyoatmajan, Dalam Wuryoningratan, Stasiun Solo Kota, Masjid Agung, serta Pura Mangkunegaran.  Nunung mengatakan, Solo merupakan kota yang membidani lahirnya jaringan kota Pusaka.
“Jelajah kota pusaka menjadi penting karena tidak semua Kota memiliki pusaka baik tengibel/intengibel. Solo merupakan salah satunya kota yang memiliki pusaka seperti bangunan dan kekayaan seni peradaban dari terbentuknya kota Sala ini sendiri,” jelasnya.
Dalam hal ini ditambahkan Nunung, Pemerintah Kota tengah menjajagi model kemitraan dalam upaya pelestarian dan pengembangan Bangunan Cagar Budaya (BCB). Model kemitraan dianggap sebagai pilihan terbaik, menyusul kepemilikan BCB, sebagian berada di tangan perorangan atau lembaga swasta.
“Kegiatan jelajah kota pusaka itu salah satunya sebagai upaya untuk perlindungan dan pengembangan haritage. Sebab kenyataan yang terjadi selama ini, banyak pemilik BCB dengan dalih aspek pragmatis melakukan perubahan bangunan dengan mengabaikan kaidah konservasi,” ujarnya. (MI/AA).
Sumber : rri.co.id
Image : tribunnews.com