Senyum 600 Warga Tambora Dalam Pameran Foto

Senyum 600 Warga Tambora Dalam Pameran Foto

Fotografer dan penari dari Bali, I Gusti Bagus Dibal, memajang 600-an karya fotonya di pantai Kananga, Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 9-12 April 2015.

Dibal memotret ekspresi senyum 600-an warga Tambora dan memajang hasil jepretannya dalam balutan tema “Tamboran Man: Tambora Tersenyum”.

Ia menargetkan 1815 foto Tambora Tersenyum pada tahun ini, dengan mengambil momen meletusnya Gunung Tambora pada April 1815.

“Targetnya ke sana, tapi sekarang baru 600-an foto. Semuanya foto anak-anak Tambora se-Kabupaten Bima, tapi sebagian besar masih di Desa Kananga,” kata Dibal saat dijumpai di Labuan Kananga, Sabtu (11/4/2015).

Selain dari Desa Labuan Kananga, objek foto juga berasal dari empat Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou‎, Desa Oipanini, dan Desa Pancasila. Mulanya Dibal membidik senyum anak-anak desa yang polos dan menggugah semangat serta menularkan keceriaan kepada yang melihatnya. Namun, ekspresi remaja dan orang tua pun menarik dan lebih beragam. ‎

“Sebelum memotret senyum warga, saya mulanya memotret lansekap, pemandangan, alam, wisata. Tapi trus saya kepikir, mengapa tidak mengmpulkan ekspresi senyum. Gagasannya adalah Tambora menyapa dengan senyum. Sewaktu Tambora meletus 200 tahun lalu, ‎harapan hidup terus dipompa. Kini saatnya memperlihatkan senyum itu, sama seperti ketika Tambora belum meletus,” papar adik kandung seniman Bali, Ayu Laksmi, ini.

Pameran foto Tambora Tersenyum ini digelar oleh panitia Forum Budaya Dunia (WCF) 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bagian dari rangkaian program Memory of the Earth di Labuan Kenanga Kabupaten Bima dan Pulau Satonda Kabupaten Dompu. ‎

Selain pameran foto, kegiatan lain di antaranya dialog refleksi, pemutaran film, dan pertunjukan seni. Gagasan dari dialog refleksi akan didengungkan kepada dunia melalui WCF 2016 di Bali.

Ada kejadian lucu setelah foto-foto ekspresi senyum itu dipajang di satu titik lokasi di pantai Kananga. Keesokan hari, puluhan foto anak-anak itu hilang. “Ada yang bilang, fotonya diambil oleh anak-anak itu sendiri yang jadi objek pemotretan,” kata Yati, panitia pameran.

Sejumlah anak sekolah dasar itu ditanya gurunya, dan akhirnya mengaku telah mengambil foto-foto itu.‎

“Mereka seneng melihat tawanya sendiri di foto itu. Tujuan kami memang memberikan motivasi dan harapan pada masyarakat. Senyumlah yang lebar, berbahagialah,” kata Dibal, yang berencana akan memberikan salinan foto-fotonya kepada anak-anak dan semua warga yang ekspresinya ia abadikan.(Susi Ivvaty).

Sumber : lipsus.kompas.com