Indonesia Bersaing Daftarkan Pencak Silat ke UNESCO

Indonesia Bersaing Daftarkan Pencak Silat ke UNESCO

Pemerintah Indonesia akan mendaftarkan pencak silat ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengatakan langkah itu penting karena ada negara tetangga yang juga sedang berjuang untuk mencatatkan pencak silat sebagai warisan budaya mereka. “Ini jangan sampai terjadi. Warisan kita akan hilang,” ujarnya di Padang, Sumatera Barat.

Roy mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan untuk mendaftarkan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia ke UNESCO. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan bertindak sebagai pendaftar.

Roy mengatakan, menurut sejarah, pencak silat berasal dari Indonesia. Misalnya, di Minangkabau, pencak silat telah ada sejak 1926. “Banyak referensinya,” ujarnya.

Di Candi Borobudur di Jawa Tengah, pada relief rupadatu ada gerakan yang mencerminkan gerakan pencak silat. “Padahal Candi Borobudur itu sudah ada sejak tahun 700. Ini budaya asli kita. Harus kita perjuangkan,” ujarnya.

Langkah lain yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahaga bagi pencak silat adalah mengupayakan olahraga itu masuk dalam Olimpiade. “Kalaupun tidak, pada Asian Games 2018 di Indonesia kita akan masukkan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga,” ujarnya.

Roy mendukung pencak silat dimasukkan dalam kurikulum lokal sekolah, seperti yang sudah dilakukan di Kota Padang. “Ini bisa diikuti daerah-daerah lain,” ujarnya.

Sumber : tempo.co / ANDRI EL FARUQI