Pulau Tidore dan Pulau Maitara

Pulau Tidore dan Pulau Maitara

Bila kita cermati lembaran uang kertas Rp 1000, akan kita temui lukisan pemandangan Pulau Tidore dan Pulau Maitara. Ini merupakan suatu gambaran, begitu pentingnya keberadaan Pulau Tidore diantara ribuan pulau yang ada dalam wilayah Nusantara. Tentu saja, ini  bukan semata keindahan alamnya yang luar biasa, akan tetapi Pulau ini juga memiliki budaya dan catatan sejarah yang menark untuk diketahui.

Kota Tidore yang terletak di Pulau Tidore  merupakan suatu tempat yang  sudah dikenal sejak berabad-abad silam. Kendati Pulau Tidore bila dilihat dalam peta dunia nyaris tidak terlihat, karena tampak hanya berupa sebuah titik, tetapi dalam sejarah telah tercatat jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Karena Tidore telah eksis sebagai sebuah kerajaan yang diakui dimancanegara, yang kemudian menggabungkan diri dan melebur kedalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keberadaanya  sebagai  sebuah pemerintahan monarki diranah sejarah Prakemerdekaan, maka di sini telah berkembang peradaban yang memberi ciri khas daerahnya, serta menjadi bagian dari catatan penting sejarah kebudayaan dunia.   Selain catatan sejarah yang begitu penting, pulau Tidore  yang berada di Provinsi Maluku Utara terletak di Laut Maluku , berdampingan dengan Pulau Ternate dan Halmahera yang nyaris menyentuh garis katulistiwa, memiliki panorama alam yang indah serta beberapa situs sejarah yang menarik untuk diketahui.

Panorama di Akesahu (air panas) yang berada di tepi pantai dan dilatar belakangi dengan Gunung Tidore yang hijau menjulang keangkasa,  sedangkan dibagian lain Pantai Rum dihiasi panorama laut dan kepulauan sekitarnya, serta pulau Maitara yang masih dalam wilayah Tidore Kepulauan sangat popular di Tanah Air. Sebab, Pulau Maitara sudah dikenal oleh hampir seluruh Nusantara, karena terlukis indah di lembaran uang kertas Rp 1000.

Situs sejarah yang penting bisa dijumpai disini, adalah Benteng peninggalan kolonial,  juga Kedaton Tidore sebagai pusat kekuasaan Kesultanan Tidore, serta Titik Nol  bagi pelayaran Ekspedisi Kerajaan Spanyol  yang dipimpin oleh Juan Sebastian Elcano (1521).    Pelayaran ini kemudian dikenal  oleh kalangan sejarawan dengan sebutan Magellan & Elcano Expedition.

Perhatian Internasional

Situs TitikNol  pada Ekspedisi Juan Sebastian Elcano bisa ditemui di dekat Pelabuhan Rum, sebagai sebuah peninggalan sejarah yang sangat menarik perhatian masyarakat Internasional. Terutama berkaitan dengan ekspedisi penting yang menjadi objek studi, yang memiliki nilai tinggi bagi wisata mancanegara.

Posisi  yang begitu penting sebagai Titik Nol  ditambah lagi berkaitan dengan  aktivitas Juan Sebastian Elcano yang telah mengukir sejarah dengan eksepedisinya keliling dunia. Selain sejarah Elcano yang menjadi kebanggaan bagi Kerajaan Spanyol, sehingga mendapat perhatian yang besar oleh Pemerintah Spanyol , ditandai dengan perhatian Dubes Spanyol yang telah dua kali mengunjungi tempat indah ini.

Sebagai objek wisata alam dan sejarah,  Pemerintah dan kalangan swasta masih berupaya untuk  melengkapi berbagai  sarana pendukung, agar menambah daya tarik dari objek wisata ini. Mengingat potensi yang dimiliki cukup menarik  perhatian  wisata mancanegara, karena selain keindahan alamnya , cirri budaya dan keterkaitan sejarah berbagai negara dengan Kesultanan di masa lalu, sperti Spanyol, Portugis, Belanda, Jepang dan Arab.

Bagi masyarakat wisata dan pemerhati sejarah, baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara kini dengan mudah bisa mengunjungi Kota Tidore. Terlebih saat ini angkutan udara dari berbagai maskapai penerbangan setiap hari melayani penerbangan ke Bandara  Sultan Babullah. Maka perjalanan dari Jakarta – Tidore hanya membutuhkan waktu sekitar empat jam saja. Sedangkan kebutuhan transportasi dan akomodasi untuk wisatawan selama berada di Tidore cukup memadai  dengan biaya relative murah.

Sumber : pariwisatatikep.wordpress.com