Perayaan Menyambut Datangnya Malam 1 Suro

Perayaan Menyambut Datangnya Malam 1 Suro

Di Kota Solo terdapat dua perayaan menyambut datangnya tanggal 1 Suro atau 1 Muharram, tahun baru dalam kalender Jawa dan Islam, yang digelar di malam yang sama yaitu malam 1 Suro. Hanya saja satu perayaan berupa kirab pusaka itu dimulai dari jam 8:00 malam dan satunya lagi dimulai dari jam 0:00.

Dua perayaan berupa kirab pusaka malam 1 Suro tersebut sama-sama terkenalnya dan sama-sama ditunggu oleh warga dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Solo atau Eks-Karesidenan Surakarta saja, bahkan warga dari wilayah lain sering datang mengikuti prosesi di malam pergantian tahun dalam kalender Jawa dan Islam itu.

Untuk tradisi kirab pusaka yang dimulai pada jam 8 malam adalah kirab pusaka yang digelar oleh pihak Pura Mangkunegaran dan berlangsung di Istana Mangkunegaran. Kirab yang diikuti oleh keluarga Pura Mangkunegaran dan abdi dalem ini sangat terkenal dengan prosesi berebut air kembang sisa jamasan (membersihkan) pusaka oleh warga yang hadir.

Prosesi kirab pusaka Mangkunegaran

Prosesi Kirab Pusaka Pura Mangkunegaran yang digelar pada malam 1 Suro biasa digelar mulai jam 8 malam. Prosesi kirab sebagai perayaan menyambut tahun baru oleh Istana Mangkunegaran ini biasa dimulai dengan membersihkan pusaka dengan air kembang.

Raja yang berkuasa saat itu akan menjadi pemimpin dalam prosesi yang digelar di teras Pendopo Agung. Dalam penyelenggaraannya yang terakhir, 2012, setidaknya terdapat enam pusaka yang ikut dikirab mengelilingi istana.

Setelah pusaka dijamasi, kemudian seluruh pusaka tadi akan dikirab mengelilingi Istana Mangkunegara dengan rute jalan yang mengelilingi istana searah jarum jam. Selama kirab pusaka bergerak dari start hingga finish, seluruh peserta kirab juga akan menjalani tapa mbisu (tidak berbicara). Karena itu, selama prosesi ini berlangsung, suasana khitmad dan sakral akan sangat terasa sekali.

Prosesi unik perebutan air kembang dan kembang sisa jamasan pusaka terjadi sesaat setelah rombongan kirab diberangkatkan. Air kembang dalam drum dan kembang di atas meja panjang jadi sasaran utama ribuan warga yang hadir di Pendopo Agung. Mereka yang meyakini kesakralan sisa jamasan itu menganggap air dan kembang sisa jamasan adalah benda bertuah.

Prosesi berebut air kembang dan kembang sisa jamasan ini akan kembali terjadi seusai kirab pusaka selesai dan pusaka kembali masuk ke istana.

Waktu penyelenggaraan dan lokasi

Prosesi Kirab Pusaka Pura Mangkunegaran biasa digelar mulai jam 8 malam dari Pendopo Agung. Pintu gerbang yang dibuka untuk masuk dan keluar pengunjung adalah pintu barat dan timur istana. Sementara rute yang diambil selama prosesi kirab adalah istana – Jalan Ronggowarsito – Jalan Kartini – Jalan R. M. Said – Jalan Siswo – Jalan Teuku Umar – kembali ke Jalan Ronggowarsito dan masuk kembali ke istana melalui gerbang depan (selatan).

Istana Mangkunegaran sendiri terletak di tengah keramaian Kota Solo. Karena itu, wilayah bersejarah ini akan sangat mudah ditemukan.

Untuk waktu penyelenggaraan, malam 1 Suro pada tahun ini akan kembali jatuh pada Sabtu, 24 Oktober 2014!

Sumber : chic-id.com