“Nasi Bali” disebut sebagai “Nasi Ayam”

“Nasi Bali” disebut sebagai “Nasi Ayam”

Penuh rempah dan pedas, begitu ciri khas masakan Bali. Penggemar masakan Pulau Dewata kerap menyebut nasi dengan aneka lauk khas Bali sebagai “Nasi Bali”. Di Ubud, “Nasi Bali” disebut sebagai “Nasi Ayam” karena menggunakan lauk serba ayam.

Ada anggapan wisata kuliner di Ubud serba mahal. Nyatanya, jika mampir ke daerah Kedewatan, ada kedai nasi yang begitu terkenal dan enak, tetapi dengan harga yang sangat terjangkau. Pelancong yang sering ke Bali tentu sudah kenal dengan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku.

Tempat ini begitu terkenal dan masuk dalam rekomendasi pelancong domestik maupun internasional sebagai pilihan tempat makan di Ubud. Masuk ke dalam “warung” ini memang terkesan sederhana dan tak terlalu luas. Hanya ada beberapa meja dan kursi kayu. Tetapi jangan salah sangka dulu, coba berjalan semakin ke dalam. Ada beberapa balai yang dilengkapi meja untuk duduk lesehan.

Tentu semuanya berarsitektur khas rumah orang Bali. Sehingga makan di tempat ini layaknya tengah dijamu makan oleh sahabat orang Bali di rumahnya.

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku juga menyediakan menu untuk grup. Jadi jika datang dalam rombongan, tempat ini cocok untuk dijadikan pilihan makan siang. Apalagi tempatnya yang cukup luas bisa menampung hingga puluhan orang. Sayang, jalan yang sempit dan tak ada lahan parkir untuk mobil atau bus, bisa menjadi kendala.

Untuk menu rombongan disajikan dalam bentuk prasmanan. Menunya bisa pilih. Tetapi dengan biaya Rp 50.000 per orang, minimal 50 orang, bisa dapatkan nasi, beberapa lauk, sayur, buah, dan air mineral.

Buah biasanya jeruk. Sementara lauknya adalah ayam pelalah atau ayam yang disuwir-suwir dan diberi aneka bumbu rempah lengkap yang akrab disebut bumbu megenep. Ciri khasnya adalah rasa yang pedas dari cabai, rasa kunyit dan kencur yang dominan, dan aroma serai yang kuat.

Tambahan lauknya adalah satai lilit ayam dan telur pindang. Sementara untuk sayur adalah lawar sayur, yaitu kacang panjang dan diberi parutan kelapa. Biasanya lawar menggunakan daging, tetapi lawar sayur polos hanya berisi sayuran saja.

Tentu tak lengkap makan nasi ayam tanpa sambal. Sambal yang disajikan adalah sambal embe atau sambal bawang merah goreng. Sambal ini terdiri dari cabai rawit, bawang merah yang sudah digoreng, dan terasi.

Jika datang sendiri, satu porsi nasi ayam terdiri dari ayam pelalah yang disuwir ataupun potongan ayam paha, lawar sayur, telur pindang, satai lilit, dan kacang tanah goreng serta kerupuk kulit hanya Rp 17.000. Sangat murah untuk porsinya yang cukup besar.

Sumber : Kompas.com