Adanya Ornamen Naga Yang Yertutup Dibalik Atap Depan di klenteng Kwan Tie Miau

Adanya Ornamen Naga Yang Yertutup Dibalik Atap Depan di klenteng Kwan Tie Miau

Ada banyak bangunan bersejarah yang bisa dilacak keberadaannya sudah semenjak lama di Bangka. Bukan hanya peninggalan Belanda saja, namun juga ada bangunan bersejarah milik etnis Tionghoa. Salah satunya adalah klenteng Kwan Tie Miau yang terletak di jl. Mayor Syafrie Rachman tidak jauh dari jalan protokol kota Pangkalpinang, jl. Jenderal Sudirman.

Sejarah klenteng Kwan Tie Miau dapat dilacak mulai dari tahun 1841. Diperkirakan pada tahun inilah klenteng mulai dibangun. Ini bisa terlihat dari salah satu bagian klenteng yang menunjukkan ucapan selamat pada saat pembukaan klenteng yang tertera tahun peresmian 1846. Pada masa rezim orde baru, klenteng ini bernama klenteng Amal Bhakti. Namun setelah rezim orde baru tumbang, klenteng berganti nama menjadi klenteng Kwan Tie Miau. Nama yang digunakan hingga sekarang.

Klenteng adalah kuil yang digunakan untuk ibadah etnis Tionghoa dengan pengaruh dari tiga filosofi: Budhisme, Taoisme, dan Konfusianisme. Kuil ini berbeda dengan kuil seperti kuil Budha baik secara prosesi pelaksanaan ibadah, maupun dari segi arsitekturnya. Misalnya seperti kuil Budha Candi Borobudur. Secara artitektur Klenteng mengikuti gaya bangunan Tiongkok tradisional. Sebagian besar dari kita sudah mengetahui perbedaan klenteng dengan kuil lainnya hanya dari melihatnya saja. Ini dikarenakan banyak sekali klenteng yang tersebar diseluruh Indonesia.

Klenteng Kwan Tie Miau
Klenteng Kwan Tie Miau didominasi dengan warna kuning dengan sentuhan warna merah disana-sini. Didekat pintu masuk terdapat simbol patkwa dengan yin yang ditengahnya. Menurut tradisi Tiongkok, patkwa melambangkan keberuntungan atau kebahagiaan. Pada bagian atap klenteng terdapat ornamen buah labu. Kedua ornamen ini, patkwa dan buah labu menunjukkan pengaruh dari Taoisme. Salah satu hal yang menarik dari klenteng Kwan Tie Mau adalah adanya ormanen naga yang tertutup dibalik atap depan. Padahal biasanya pada klenteng yang lain, anda bisa menemukan ornamen naga yang ditampilkan dengan jelas di bagian atap.

Jika masuk kedalam, maka dipintu masuk klenteng Kwan Tie Miau anda akan disambut dengan orang berbentuk berbentuk piala yang biasanya digunakan untuk menaruh dupa ditengahnya. Ornamen ini diapit oleh dua naga. Tidak jauh dari ornamen berbentuk piala ini terdapat dua buah lilin besar berwarna merah berukuran sekitar setinggi orang dewasa. Jika anda lihat dari depan, maka kedua lilin ini seakan-akan mengapit ornamen berbentuk pialan. Tidak jauh dari pintu masuk, anda juga bisa menemukan beduk dan lonceng yang tergantung pada salah satu sisi tembok. Saya tidak terlalu yakin apa kedua ornamen ini ada juga pada klenteng lain.

Patung Dewa Huang Ti
Ditengah klenteng terdapat patung Huang Ti yang diapit oleh patung Pien Kuan dan Chui Chang. Huang Ti adalah salah satu kaisar terkenal dari dinasti Qin. Kaisar Huang Ti hidup pada tahun 2696-2597 sebelum masehi. Ada juga literatur yang menyebutkan, bahwa Kaisar Huang Ti hidup pada tahun 2697-2598 sebelum masehi.

Kaisar Huang Ti juga terkenal dengan sebutan Kaisar Kuning. Mungkin ini adalah alasan kenapa klenteng Kwan Tie Miau didominasi dengan warna kuning. Dalam skema kosmologi Wu Xing (lima element), warna kuning melambangkan bumi, naga, dan juga pusat. Selain persembahan terhadap Kaisar Huang Ti, di klenteng ini juga dilakukan sembahyang untuk Dewa alam semesta Thian.

Selain Dewa-Dewa yang disebutkan sebelumnya yang merupakan pengaruh dari ajaran Konfusianesme, di klenteng ini juga dilakukan sembahyang untuk Dewi Kwan Im. Disalah satu bagian klenteng terdapat patung Dewi Kwam Im yang sedang duduk diatas singgasana bunga teratai. Patung ini diapit oleh dua patung kecil. Saya tidak terlalu yakin kedua patung tersebut merepresentasikan karakter siapa. Namun dari bentuk sepertinya yang satu adalah laki-laki dan satunya lagi adalah perempuan.

Tepat didepan patung Dewi Kwam Im, terdapat altar dengan lampion bertuliskan aksara Tiongkok yang diterangi oleh lampu lampion berwarna kuning keemasan. Terdapat juga dua buah guci yang berisi buang teratai yang belum mekar di altar tersebut. Berdasarkan ajaran Budha, Dewi Kwan Im adalah Dewi yang mengembalikan dunia dari kehancuran dan menyelamatkan umat manusia kebinasaan di alam baka.

Ornamen Beduk dan Lonceng di Klenteng Kwan Tie Miau
Prosesi sembahyang di klenteng Kwan Tie Miau biasanya dengan memberikan berbagai sesembahan untuk Dewa-Dewi dan arwah para leluhur. Prosesi sembahyang biasanya melibatkan dupa berbentuk seperti lidi. Mereka yang bersembahyang bisa menggunakan 3 hingga 9 buah dupa sekaligus, mungkin juga lebih. Dupa ini dinyalakan dengan menyulutkannya ke lilin yang tersedia di klenteng. Lidi dupa ini dipegang dengan kedua tangan sambil membungkukkan badan beberapa kali di hadapan patung Dewa-Dewi.

Sumber : jalan2.com