Sekilas Mengenal Kelengkapan Upacara Tradisional Suku Kerinci

Sekilas  Mengenal Kelengkapan Upacara Tradisional Suku Kerinci

Sungai Penuh. suku Kerinci merupakan keturunan dari Suku Melayu Tua, dan oleh sebab itu suku Kerinci sejajar atau sama tua dengan suku bangsa bontoc dan Igorot di Philipina, Suku Tayal di Taiwan,Suku Toraja di Sulawesi,Suku Kren di pegunungan Birma, Suku Meo di Thailand,Suku bangsa Wajo di kepulauan Lingga Cebu-Philipina dan suku Batak di Tapanuli.

Masyarakat suku Kerinci sangat menghormati dan memuliakan arwah nenek moyang,dan hingga saat ini benda benda pusaka peninggalan nenek moyang masih dirawat dengan baik oleh masyarakat adat di wilayah kesatuan adat/luhah masing masing, sebagai suku tertua masyarakat suku Kerinci telah memiliki periode animisme/dinamisme,periode hindu-budha dan peridoe islam.

Sebagai suku tua, orang suku Kerinci memiliki tinggalan kebudayaan dan peradaban, dan dimasa lalu hingga pengaruh hindu-budha suku Kerinci memiliki beraneka ragam sisa peninggalan kebudayaan pra islam, dan pada saat Islam berkembang di alam Kerinci, terjadi asimilasi, pengaruh islam masuk kedalam tata upacara tradisional, semua bentuk yang bertentangan dengan agama Islam secara perlahan ditinggalkan dan sebagian lain menyesuaikan dengan ajaran agama islam yang dianut sebagian besar masyarakat suku Kerinci.

Catatan dan informasi yang penulis peroleh menyebutkan, dimasa lalu bahkan sebagian masih tumbuh dan berkembang ditengan tengah masyarakat terdapat banyak upacara upacara, dan disetiap upacara itu membutuhkan persiapan dan perlengkapan upacara.

Pada setiap upacara tradisional, dibutuhkan banyak persiapan dan kebutuhan termasuk untuk ngapak jambe dan sajian untuk upacara tari asyek(asyik),untuk turun kumau(kesawah) membutuhkan kelengkapan kelengkapan yang mesti dipenuhi.

Diantara perlengkapan upacara tradisional yang pernah menulis saksikan antara lain ialah,Lemang putih dan Lemang Hitam, lemang ini terbuat dari beras ketan(pulut) dicampur dengan santan kelapa dan dimasikkan kedalam buleouh yang dimasak .dibakar dipinggiran panggang api, Buah buahan yang selalu dibutuhkan adalah pisang dingin,pisang raja,pisang batu dan pisang serai, Lapek (Lempouk) beras ketan dan terkadang dicampur pisang,gula dan kelapa dibungkus dengan daun batuh dan direbus didalam periuk.

Upacara tradisional terutama untuk upacara ritual tari asyek membutuhkan tujuh macam bunga sembilan warna,jenis bunga yang lazim di gunakan ialah Bunga terasih hitam dan terasih putih, bunga jenting,bunga gedang, bunga harum, bunga pandan yang putih,bunga semanik mata dan bunga bintang, ketujuh jenis bunga ditambah dengan sejumlah jenis jeruk seperti jeruk/limau purut, limau kunci,limau kapeh,limo pigoi,

Pada setiap acara selalu disediakan rokok nan sebatang,sirih nan sekapur,Cincin nan sebentuk yang disebut cincin anyea,Beras   secupak,ayam seekir,telur satu butir,beras kunyit, beras mtaih

Pada Upacara Mintak Ah ujan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan gunung Kerinci dan Kecamatan Siulak,setelah waktu untuk upacara disepakati bersama,maka dukun dibantu oleh warga atau keluarga dekat duun mengumpulkan alat atau perlengkapan yang meliputi Sekelako yakni orang orangan yang dibuat seperti jailangkung dengan bahan bahan terdiri Ijuk dari pohon enau yang berwarna hitam untuk kepala badan,tangan dan kaki sekelako,kayu atau bambu untuk membuat rangka sekelako,Tali untuk mengebat atau mengikat ijuk atau menempelkan ijuk kedalam rangka,Baju dan celan bekas yang sudah robek robek dan tidak terpakai lagi untuk dipakai sekelako.         Perlengkapan lain yang dibutuhkan adalah pohon pisang merah,tikar pandan,dupa dan/kemenyan putih,bunga tujuh macam yang ada tangka dan harum baunya

Disamping itu juga diperlukan Jekat atau Bakul yang terbuat dari rotan yang dianyam yang bentuknya seperti Jangki,sedangkan isi jekat/bakul itu ialah –Beheh(beras) secupak atau beheh secanting, pinang muda tujuh buah,daun sirih tujuh helai,kapur secukupnya,dioleskan kedalam lipatan sirih,Gambir secukupnya,ditaburkan diatas kapur dan lipatan daun sirih,Cincin loyang sebentuk dan yang terbuat dari tembaga satu buah,uang logam uatuRp.25. satu buah,kapas secukupnya untuk alas cincin loyang yang sebentuk dan uang Rp.25.- Benang puluh yakni benang yang panjangnya sepuluh depa dan di gulung hingga menjadi bulatan.