JKPI – Kementerian Pekerjaan Umum Gelar Curah Gagagasan Kota Pusaka

JKPI – Kementerian Pekerjaan Umum Gelar Curah Gagagasan Kota Pusaka

Menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI di Kota Singkawang, sekretariat JKPI bekerjasama dengan Kemenetrian Pekerjaan Umum menggelar diskusi terbatas dengan mengangkat tema Curah Gagasan Kota Pusaka, Jumat (7/2). Diskusi yang berlangsung di kantor sekretariat JKPI ini dihadiri oleh pihak-pihak berkompeten, diantaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BPPI serta dihadiri oleh Walikota Pekalongan dan Walikota Bogor terpilih.

Diskusi yang lebih memfokuskan kepada program kerja yang berkaitan dengan Kementerian Pekerjaan Umum ini terlihat alot ketika muncul kendala-kendala yang sedang dihadapi pemerintah daerah dalam pelaksanaan porgram Program Penataan dan Pelestaria Kota Pusaka (P3KP). Iwan Darmas, dari Direktorat Perkotaan, Dirjen Penataan Ruang, mengatakan P3KP merupakan program strategis Kementerian Pekerjaan Umum. Disamping itu, P3KP didesain sebagai platform dalam upaya bersama-sama seluruh pemangku kepentingan dalam menata dan melestarikan kota pusaka di Indonesia serta penataan dan pelestarian kota pusaka menjadi tanggung jawab multi sektoral.

Tidak hanya itu, Iwan juga mengatakan saat ini, pengertian tentang pusaka telah mengalami perubahan dari monumen ke landscape, dari building ke urban area, dari site ke historic environtment/cultural heritage. Permasalahan-permasalahan tersebut yang diangkat dalam diskusi terbatas ini.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, H. Basyir Ahmad melihat dari sisi lain, yakni kehadiran organisasi JKPI memberi makna yang baik dalam pelaksanaan program-program di kementerian, seperti P3KP. Saat ini katanya, Pekalongan telah banyak mendapatkan pengakuan dari dunia internaational, seperti Museum Batik dan beberapa pengakuan lainnya.

JKPI menurutnya menjadi wadah penghubung pemerintah daerah dengan kementerian. Meski demikian, dalam upaya memperoleh pengakuan dunia international link-link yang terbaguan dengan pemerintah pusat tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya komunitas-komunitas yang berkembang di daerah.

Walikota Bogor terpilih Bina Arya yang menyempatkan memberikan pandangan program kerjanya untuk Kota Bogor kedepan merubah image Kota Bogor selama ini dengan sebutan kota seribu angkot menjadi kota seribu taman. Untuk mewujudkan itu semua, tidak terlepas dari pragram kerja yang akan dilahirkan nantinya. Untuk itu tambahnya, ia akan lebih banyak belajar kepada walikota walikota yang terlah berhasil menjalankan program P3KP dan sudah mendapatkan pengakuan dunia, seperti Kota Pekalongan. (Adrial)