Sekilas perjuangan pembentukan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh – Hal 6

Sekretaris Daerah H.Ijazi Yahya.Pada tanggal 13 November 1958 Gubernur Jambi melantik anggota DPRD Kerinci dengan ketuanya Djafar Sutan Marajo dan sekaligus pula meresmikan Badan Penasehat Koordinator Pemerintahan Sipil,atau Dewan Pemerintah Daerah Peralihan, dan sejak tanggal 10 November 1958 resmilah  Kerinci menjadi Daerah Otonom Kabupaten Kerinci yang merupakan bagian yang ytidak terpisahkan dari Propinsi jambi.

Menurut H.Djafar Sidik Bakri (Dasiba) yang ikut serta dalam rombongan Gubernur Jambi pada waktu itu adalah Mayor Rd.A.Rahman sebagai wakil dari pelaksana Perang daerah Jambi serta Komisaris Besar Tk.A.Aziz sebagai wakil Kepala Komdak Kepolisian..Untuk mengatur perjalanan rombongan ditetapkan komandan Batalyon A . Kapten Sai Kohar dan Dasiba sebagai wakil yang saat itu adalah pejabat  jawatan Penerangan Propinsi Jambi., sedangkan tokoh tokoh yang ada di Jambi yang  ikut rombongan Gubernur Jambi ke Kerinci antara lain  ZainalAbdin Murad, H.Ramli Depati Purbosingo .H.A.Chatib Nurdin termasuk Dasiba..Rombongan berangkat dari Jambi ke Padang dengan menggunakan pesawat  cateran Jenis DAKOTA,dipadang rombongan menginap di hotel Muara Padang,pagi harinya dengan berkonvoi rombongan berangkat  meninggalkan Padang menuju Sungai Penuh melalui jalan Pesisir Selatan – Tapan, rombongan berangkat menggunakan Bus umum, rombongan dikawal Regu Banteng Raiders yang dipimpin seorang Kapten Raiders Diponegoro, Rombongan Gubernur menginap dirumah Komandan Batalyon B Mayor Yahya Bahar yang telah terlebih dahulu telah membebaskan daerah Kerinci dari pasukan PRRI bersama Pasukan Diponegoro.telah

Dalam perjalanan ( Dasiba :40 ) rombongan sempat diserang dua kali oleh Tentara PRRI.yakni di dekat Tarusan dan di dekat Kambang ,dua orang pasukan PRRI yang melakukan serangan gugur di dekat Tarusan.kemudian selain 8 orang dari pihak PRRI terdapat korban gugur satu orang dari pasukan Banteng Raiders dalam pertempuran di dekat Kambang,bersama rombongan dari Jambi ikut seorang Residen sebagai wakil Pemerintah Propinsi Sumatera barat,dan jasad Pasukan Banteng  Raiders  yang gugur didekat Kambang sesampainya di Inderapura dibawa lansung ke Pelabuhan Muara Sakai,saat itu jasad prajurit tersebut kedatangannya telah ditunggu   oleh tim penjemput yang telah terlebih dahulu menunggu kedatangan Prajurut Kusuma Bangsa.

Setelah acara peresmian dilaksanakan pada malam harinya dilakukan resepsi digedung bekas sekolah Tionghoa di seberang Kota Sungai Penuh,rombongan Gubernur Jambi berangkat meninggalkan Kota Sungai Penuh tanggal 11 November 1958, rombongan Gubernur saat melewati Pendakian Balai Selasa kembali dihadang oleh Pasukan PRRI, pasukkan PRRI ternyata telah melakukan pengintaian, namun  pasukan PRRI dapat dihalau setelah sempat terjadi baku tembak yang menewaskan bebera orang anggota PRRI,kemenangan ini adalah hasil dari keberanian Pasukan Raiders yang dibantu oleh pasukan Batalyon B Sriwijaya yang bertugas mengawal rombongan Gubernur, dan pada tanggal 12 November 1958 dengan selamat sampai di Kota Padang dan melanjutkan penerbangan ke Kota Jambi dengan menggunakan pesawat Dakota.

Pada awal terbentuknya Kabupaten Kerinci sebagai daerah otonom baru ,pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci disibukkan dengan penataan organisasi dan pembinaan kewilayahan,Pembangunan baru mulai dilaksanakan secara serius sejak bulan maret 1969, pada tahun itu dilaksanakan gotong royong pembukaan dan pembangunan jalan raya secara besar besaran diseluruh daerah Kerinci ,terutama pengaspalan jalan dari Sungai Penuh ke Kayu aro dibawah pimpinan Kepala Dusun,kepala Mendapo dan camat camat.

Gerakkan ini dalam rangka menyambut dimulainya pelaksanaan PELITA I tanggal 1April 1969, saat itu secara nasional bangsa Indonesia memulai pembangunan besar besaran secara terprogram dan terarah dengan dana yang telah disediakan, dan pada saat ini peranan Kodim Kerinci yang Dandimnya di Jabat Letkol.Inf. S.A.Siregar sangat besar dan dalam pelaksanaan  operasional dilapangan dipercayakan kepada Patih Dasiba.

Sebelum Repelita I dimulai,rakyat dan pemerintah Kabu paten  Kerinci mengalami duka yang mendalam, Kolenel Koekoeh, Bupati Kerinci saat itu ” putra  terbaik Ranouh Alam  Kincai” meninggal  dunia di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam  Pahlawan  Kalibata dengan Inspektur Upacara Menteri Sekretaris Negara  Mayjen Alamsyah Ratu Perwira Negara

Untuk mengisi kekosongan jabatan,Gubernur Jambi dengan persetujuan Menteri Dalam Negeri mengangkat M.A.A.Dt Majo Indo,Residen pada kantor Gubernur Jambi sebagai Pejabat sementara  Bupati KDH Tingkat II Kerinci, kegiatan  pejabat sementara hanya dilaksanakan sama 3 bulan.Setelah itu dilaksanakan pemilihan calon Bupati oleh DPRDGR,dan pada pemilhan Patih Drs.Ahmad Daud terpilih sebagai calon Bupati Depenitif, akhir tahun 1969  Drs.Ahmad Daud dilantik sebagai Bupati  Kepala Daerah TK II Kerinci.

Pada tanggal 3 Januari tahun1972,dilaksanakan serah terima jabatan antara Bupati KDH Tingkat II Kerinci dari pejabat lama Drs.Achmad Daud Kepada Rusdi Sayuti,BA yang dilaksanakan dihadapan Gubernur Jambi M.Nur Atmadibrata.

Setelah Rusdi Sayuti mengakhir jabatannya, pada tahun tahun selanjutnya jabatan Bupati Kabupaten Kerinci dijabat Letkol.Nazar Efendi, Drs.H.Mohd.Awal. Drs.H. Hasmi Mukhtar,

Halaman berikutnya…